Natuna(MR)- Baru berumur seumur jagung, Puspa Natuna,langsung bekerja. Meski belum punya anggaran, namun semua pengurus Puspa, siap bekerja .
Hari ini, tepatnya Selasa 18/09/2018, Pengurus Puspa, bersama Kepala Dinas Sosial PPPA , Kabid Kesetaraan zender, Yuli Ramadanita, melakukan pendataan anak putus sekolah , Kekerasan Rumah Tangga, Orang Sakit ,di daerah Puak.
Saat melakukan pendataan, secara door to door, tidak ditemukan , adanya kekerasan dalam rumah tangga. Temuan dilapangan adanya 4 orang anak putus sekolah, dengan berbagai alasan.
Wakil Ketua Puspa Abdullah Lubis saat dikonfirmasi temuan itu, mengaku peran serta keluarga sangat penting dalam pendidikan.
Anak anak butuh suffor orang tua, agar mau sekolah dan aktif belajar. Disisi lain Kita juga melihat, para orang tua, tidak bisa membaca. Hal tersebut sangat berpengaruh. Bagaimana mungkin bisa mengajari anak jika orang tua tidak bisa mengenal hurup?.timpal Kadis PPPA, Kartika Riauwita.
Sementara itu , Syamsiah, salah seorang ibu RT di Puak, mengakui,, ada 4 orang anak putus sekolah. Selain itu ditemukan juga satu anak suka ngelem.Namun anaknya sudah tidak disini lagi, ucapnya.
Adapun Data anak putus sekolah di puak adalah,
1. Pepen 16 tahun putus sekolah saat kelas 5 SD
2. Tiara 16 tahun putus sekolah saat kelas 5 SD
3.Lilis 13 tahun putus sekolah saat kelas 4 SD
4.Mida 17 tahun kelas 1 smp.
Dari hasil pendataan, anak anak ini, bakal didaftarkan untuk mengambil paket A, B dan C. Itupun setelah dilakukan pendekatan terlebih dulu. Pasalnya jika mereka tidak ada lagi niat untuk sekolah, niat baik ini, tidak bakal berjalan , tutup sekretaris Sugiyanto./Roy.
