Natuna(MR)-Ketua komisi II DPRD Natuna menyayangkan program perumahan nelayan, di Kabupaten Natuna belum dapat difungsikan sebagaimana mestinya. Pada hal bangunan tipe 28 ini, sudah selesai dibangun namun belum juga dipungsukan.
Proyek Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan pembangunan Rumah Khusus Nelayan, di Desa Tanjung Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna Tahun 2018 didanai dari anggaran APBN.
Sayangnya lokasi pembangunan Rumah Khusus Nelayan berada 5 Km dari bibir pantai . Ini tidak masuk akal. seharusnya bangunan tersebut dekat dengan pantai., ucap Yohanes, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya Senin 13/08.lansir dari Batam time.
“Sebanyak 50 unit rumah khusus dengan tipe 28 rumah couple di bangun diatas lahan 1,1 Ha ” habiskan dana puluhan milyar.
“Saya tidak mau, nasib perumahan Nelayan di desa Tanjung kecamatan Bunguran timur laut,, bernasib sama dengan Perumahan Nelayan di desa Semente kecamatan Bunguran Barat. Sebanyak 36 rumah Nelayan di Semente dibangun , dan sudah 2 tahun belum juga ditempati. Ujarnya
Pemerintah harusnya tidak tergesa gesa , dalam membangun perumahan nelayan. jika tidak dimanfaatkan , terkesan, jadi proyek kepentingan.
Dia berharap pemerintah dalam menetapkan calon penerima perumahan nelayan, merupakan berpenghasilan rendah, dan segera menempati perumahan tersebut serta benar benar selektif dalam menentukan orangnya.
Dari hasil investigasi dilapangan ,Kebanyakan program Pemerintah Pusat di daerah, menjadi ajang “korupsi”. Pasalnya, banyak proyek pembangunan di Natuna dari Pemerintah Pusat bermasalah. Seperti proyek Hybrick Angin dan tenaga Surya di desa Segeram. Perumahan Nelayan di desa Semente.
Bahkan Kajari Natuna sudah melakukan penyelidikan akan kasus perumahan Nelayan di Semente.Pasalnya selain meninggalkan utang di masyarakat, pembangunan perumahan, jumlahnya 50 unit, ternyata dibangun hanya 36 saja.Namun entah kenapa , pemeriksaan terhadap pihak tersebut, bagai hilang ditelan bumi. “Perumahan Nelayan sudah Kita periksa. Ada 9 orang kita mintai keterangan, Kita tunggu aja hasilnya , Ucap Kajari Juli Isnur saat melakukan konprensnya pers beberapa bulan lalu.”./Roy.
