Anambas,(MR)
Dana Alokasi Khusus (DAK) 2011 bidang pendidikan Kabupaten Kepulauan Anam-bas belum sempat digunakan, dengan alasan keterlambatan Juknis (Petunjuk Teknis) penggunaan dana DAK 2011. Juknis baru diterima setelah pengesahan APBD, sementara penggunaan dana DAK harus berdasarkan dari Juknis yang ada.
Rencananya dana tersebut akan digunakan pada tahun 2012, Hal ini dilaksanakan beradasarkan surat dari Kemen-terian Keuangan bertanggal 18 November 2011, dengan no surat S-727/MK.07/2011 perihal Tanggapan atas usul perpan-jangan pelaksanaan DAK bidang Pendidikan tahun 2011.
Menurut Raja Jakfar, S.Pd .SD, Kuasa Pengguna Angga-ran (KPA) Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Anam-bas, surat tersebut menjadi dasar pertimbangan kembali oleh Pemerintah Daerah untuk menganggarkan kembali DAK 2011 di tahun 2012.
Hal tersebut juga dibenar-kan oleh Kepala Dinas Pendidi-kan Kabupaten Kepulauan Anambas, Heryanto saat ditemui di kantornya. “Memang benar kita tidak menggunakan DAK di tahun 2011. Dana tersebut kita alokasikan kembali di tahun 2012 ini.” Demikian kata Heryanto.
Masalah kejelasan kemana saja alokasi dana tersebut, Heryanto mengarahkan warta-wan untuk langsung mengkon-firmasi kepada Kuasa Peng-guna Anggaran, Raja Jakfar, S.Pd.SD.
Ditemui di lantai 2 gedung dinas pendidikan KKA, Raja Jakfar menjelasakan perihal alokasi DAK 2011. Dari total dana Rp.9.840.500.000,- dibagi menjadi 2. Untuk tingkat SD Rp.7.741.500.000 sedangkan tingkat SMP Rp.2.099.000.000,- sedangkan untuk penggunaan-nya 65% untuk aspek fisik dan 35% aspek mutu pendidikan.
Untuk aspek fisik lebih di prioritaskan untuk pembangu-nan perpustakaan di sejumlah sekolah. Pembangunan perpus-takaan dianggap perlu untuk menunjang minat baca dan meningkatkan mutu para siswa. “Memang tidak semua kita bangun perpustakaan, tapi kita mempriotaskan pembangunan perpustakaan. Karena Perpus-takaan di Anambas masih sedi-kit. Jadi kita bangun perpusta-kaan” kata Raja Jakfar. Semen-tara untuk pengembangan mutu, akan diadakan berapa alat peraga dan buku-buku untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Disinggung masalah bim-bingan teknis khusus untuk penanganan alat peraga, Raja Jakfar membenarkan hal terse-but. Namun bimbingan tersebut hanya dibutuhkan untuk alat peraga IPA dan Bahasa. Menge-nai siapa yang akan melaksa-nakan bimbingan tersebut, dia berkata kalau penyedia barang yang bertanggungjawab untuk mengadakan pelatihan khusus mengenai alat peraga tersebut. “Pelatihan penggunaan barang dilaksanakan oleh produsen atau penyedia barang, jadi harga peraga yang kita beli sudah termasuk untuk bimbi-ngan atau pelatihan yang dibu-tuhkan oleh instruktur” demi-kian papar Raja Jakfar.
Saat ditanya untuk dana DAK 2012, Raja Jakfar menga-takan penggunaan nya sedikit berbeda dengan yang tahun 2011. Perbedaan terletak dalam system yang dipakai. Untuk fisik menggunakan system Sua Kelola, yang artinya langsung ditangani oleh sekolah ber-sangkutan. Sedangkan untuk aspek mutu tetap menggunakan system lelang. Dari total Rp.7.011.880.000 dana yang dialokasikan, akan dibagi menjadi Rp.5.823.000.000 untuk SD dan Rp.1.188.880.000 untuk SMP. Alokasi tersebut akan dibagi lagi menjadi 80% untuk aspek Fisik dan 20% untuk Aspek mutu.
Menurut Raja Jakfar aspek fisik akan dilaksanakan dengan menggunakan DAK 2012 adalah rehabilitasi untuk kelas-kelas yang rusak berat. “Untuk tahun ini menurut Juknis kita harus mengadakan perbaikan di sejumla ruang-ruang kelas yang rusak berat sampai kepada perabot dalam kelas tersebut. Untuk kriteria rusak berat adalah yang telah mengalami kerusakan antara 45% s/d 65%” demikian papar Raja Jakfar.
Masalah sekolah mana saja yang akan menerima dana DAK 2011 dan 2012 tersebut, Raja Jakfar mengatakan masih dalam proses pemetaan. “Untuk penerima dana kita masih pemetaan, datanya masih kita godok” demikian kata nya. a).Pembangunan ruang kelas baru beserta perabotnya; b).Pembangunan ruang perpus-takaan beserta perabotnya; c).Rehabilitasi ruang belajar rusak berat; d).Rehabilitasi ruang belajar rusak sedang. dan e).Pembangunan ruang belajar lain dan perabotnya.
a).Alat peraga Matematika; b).Alat peraga Ilmu Penge-tahuan Alam (IPA); c). Alat peraga Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS); d). Alat peraga Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan; e).Alat peraga Bahasa; f).Alat peraga Seni Budaya dan Keterampilan; g).Buku perpustakan; dan h).Sarana Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan, dan Multimedia Pembelajaran Interaktif. : 1unit DVD Player; 1 unit PC Pengendali Utama; 1 unit Microcontroller; 1 set AC Split; 1 unit Power Supply; 1unit Head set; 37 unit Amplifier student; 36 unit monitor siswa; 36 unit Keyboard siswa untuk akses mandiri; 36 unit Connection Cable; 36 set Tape Rec Lab bahasa; 36 unit Komputer siswa untuk akses mandiri; 4 unit Meja siswa; 9 unit Meja Self access; 2 unit Meja Guru; 1 unit Kabel Instalasi; 1 unit Kursi Guru; 1 unit Kursi Siswa; 40 unit Sistem Instalasi kabel 1 set.
Berbeda dengan kategori 1 DAK 2010 (Lab Bahasa Komputer), pada tipe lab bahasa digital multimedia kategori 2 DAK 2010 ini, item barang yang didapatkan oleh sekolah jumlahnya lebih banyak dan kompleks. Jika di Lab bahasa komputer sekolah tidak men-dapatkan meja dan kursi, maka di lab bahasa digital multimedia ini sekolah mendapatkan segalanya. Bahkan meja-pun ada 3 model : meja guru, meja siswa (1 meja untuk 4 orang) dan meja self access (1 meja untuk 2 komputer tambahan). Semua mejadilapis oleh cat duco warna putih.
Instalasi laboratorium baha-sa digital multimedia ini juga lebih kompleks dibanding lab bahasa komputer. Hal ini karena dalam paket lab ini tidak terdapat karpet sebagai penu-tup kabel, dan telah disebutkan dalam juknis bahwasannya instalasi kabel ditanam di dalam lantai sehingga tentu saja ada pekerjaan tambahan untuk membongkar lantai sekolah yang akan dijadikan jalur kabel.
Dalam lab bahasa digital multimedia ini, pada setiap siswa terdapat audio panel (amplifier student), keyboard, tape repeater dan sebuah monitor LCD 15.63 . Adanya keyboard dan monitor pada setiap masing-masing siswa ini menjadikan lab bahasa ini sebagai lab bahasa writing (siswa dapat mengetik pada keyboard masing-masing secara bergantian dengan siswa lainnya). Tambahan 4 buah komputer yang diletakkan dalam 2 meja self access dapat digunakan oleh siswa untuk belajar mandiri. >>Arthur/Edo
