Natuna(MR)- Puluhan pekerja lapangan, PT Wahana Indocond, Senin 30 April, kembali menuntut haknya kepada PT Wahana Indocond,atas janji janji yang selama ini tidak bisa. Direalisasikan.
Hal tersebut dikatakan salah seorang perwakilan aksi, bersama puluhan rekannya, saat mengadukan nasibnya ke pada ketua DPRD Natuna.
“Barusan Kami mendatangi kantor cabang PT Eka wahana Indocond, di Pering, untuk mempertanyakan kembali hasil keringat ,yang selama ini dipotong, untuk jaminan pekerjaan.”ucap Jaka.
Adapun alasan pemotongan. menurut pihak kontraktor, sebagai jaminan atas pekerjaan yang kami lakukan.Dan berjanji akan mengembalikan setelah pekerjaan ramping 100 persen.
Celakanya setelah hasil pekerjaan selesai pada bulan Pebruari lalu, pihak kontraktor seakan menghindar. Mereka hanya beri harapan palsu saja.
Sudah 4 kali pihak Rekanan menjanjikan ,akan melunasi utang piutang, baik gaji yang dipotong, biaya angkut material, dan utang piutang pembelian material.Tapi tidak ada kejelasannya.
Hari ini, kami datang kepada DPRD umtuk mempertanyakan surat yang sebelumnya kami layangkan.
Adapun pemotongan gaji mandor lapangan. sebesar 5 persen dilakukan PT Eka Wahana Indocond,mulai dari Januari.
Bangunan sudah selesai 100 persen ,dan rencana akan di resmikan tgl 12 Mey.Sementara hak kami belum bisa dilunasi.
Kepahitan itupun dialami oleh Pak Anam. mandor lapangan dari Jawa ini,menuntut hak mereka segera dilunasi.Gara gara gaji tidak diberi, dirinya hampir dicerai istri di Jawa. Ada sekitar 479 Millyar uang mereka belum dibayar. Ini khusus kelompoknya.
Kalau keseluruhan Millyar rupiah. Hal tersebut diakui manajer lapangan. PT EKa Wahana Indocond.Iwan mengakui jika seluruh utang piutang belum terbayar , baik gaji, upah transportasi dan utang material, sebesar 7,9 Millyar.ucap Iwan, saat didatangi puluhan mandor.
Iwan juga tidak bisa menjawab kepastian ,kapan itu bisa dibayar, mengingat Direktur PT EWI, tidak bisa dihubungi.hp tidak aktif.
Iwan mengaku hanya menerima surat 1 lembar ,bahwa tgl 30 Mey akan dilunasi. tetapi para mandor tidak mau, karena surat tidak ada kop perusahaan.Dan ketika diminta jaminan, jika meleset lagi dari janji Iwan tidak dapat menjawab.
Ketua DPRD Natuna Yusripandi akan segera menyurati pihak pihak yang bersangkutan. Sebagai wakil rakyat Kami akan membantu supaya ini bisa terealisasi.
Suratnya akan kita sampaikan kepada Menhan.ucap Yusripandi.
Sementara itu Dandim 0318 Natuna, Letkol Infantri Yusuf Rizal, dalam konprensi persnya mengatakan, TNI telah melunasi semua biaya terhadap pihak kontraktor,
.Jika ada permasalahan, itu antara pihak kontraktor dengan pekerja.
Namun demikian, Yusuf Rizal mengaku jika Dan Satgas pembangunan telah memanggil PT EWI, hari ini di Jakarta, guna mempertanyakan kenapa pejerja belum juga dilunasi.
“Pihak TNI, sedang berupaya untuk memediasi, permasalahan ini, supaya diselesaikan secara kekeluargaan.karena jauh sebelumnya, Ketua APINDO telah koordinasi juga kepada Saya.ucap Yusuf Rizal.
Intinya Pihak TNI, sudah bayar kepada pihak kontraktor.Jika ada permasalahan dilapangan, itu antara PT AWI, dengan karyawan. Harapan Saya kiranya masyarakat bisa bersabar dan kita tunggu hasil pertemuan itu.ucap Dandim/Roy.

