Jika Korupsi Jadi Tradisi Kejari dan Polisi Harus Siap Beraksi

Zulpan : Kerusakan Tanggung Jawab Kontraktor
Rusman : 95 persen Pembayaran Sudah

 

Prabumulih, (MR)

Penyimpangan-penyimpa-ngan yang dilakoni para kontraktor dalam pembangu-nan yang ada di Kota Prabu-mulih, mungkin sudah menjadi rahasia umum terutama lagi di iringi banyaknya pemberitaan miring dari sejumlah media yang mengupas tentang kebob-rokan-kebobrokan pemba-ngunan yang ada saat ini.

Seperti halnya perehapan jalan lekipali yang mengha-biskan dana ratusan Juta rupiah yang dikutip berita media terbitan Sumsel yang membu-ka kebobrokan pembangunan tersebut.

Namun anehnya, pemberi-taan tersebut nampaknya be-lum mendapatkan tanggapan yang serius dari pihak yang berwenang, dan anehnya lagi baik kontraktor maupun pelak-sana tugas dari pemerintahan yang mengawasi pemba-ngunan proyek tersebut nam-paknya tutup mata dalam men-jalankan tugasnya, demikian dikatakan inisial End (26) warga prabumulih yang ikut memantau setiap pekerjaan proyek yang ada di kota Prabumulih.

Menurut Ir.Rusman Nudin. MT PPTK Proyek perehapan Jl.Lekipali dan Cenderawasih (21-12) mengatakan bahwasannya pembangunan yang dilaksanakan oleh kontraktor jalan tersebut telah sesuai dengan volume yang sebenarnya, dan menurutnya tidak ada kendala lagi tentang pengerjaan proyek tersebut, “silahkan cek, saya setiap hari lewat disana dan saya lihat tidak ada kerusakan dan kebobrokan seperti yang dimaksudkan, lah di benari galo,” ungkap rusman.

Saat dikonfirmasi lanjutan Ir.Rusma Nudin, MT soal telah berapa persen pembayaran yang sanggup di keluarkan pihak pemerintah tentang Proyek tersebut Rusman mengatakan bahwasnnya sudah di bayar hampir full tinggal menyisakan untuk biaya perawatannya saja “lah 95 persen” kata rusman.

Sebelumnya Rusman menyingkapi pertanyaan watawan tentang volume pembangunan yang nampak terputus-putus dalam penger-jaan pembangunannya, Rus-man beranggapan tidak mung-kin akan di bangun sepe-nuhnya, sementara bangunan yang lama masih layak pakai “dak mungkin nak kito bangun galo,kalu yang lamo masih bagus” kata Rusman.

Hampir senada dengan Rusman juga di katakan Ardi H.Joe yang juga sedikit mem-bantah dengan pemberitaan oleh Media terbitan Palem-bang tersebut “ warga yang ngomong itu siapo, malah RT dan warga setempat beterimo kasih dibangun jalan,dan gorong-gorong yang pecah itu dak katik dalam RAB, sementaro kerusakan lah benar galo,”.

Berdasarkan keterangan dari PPTK dan Kontraktor tersebut, beberapa wartawan dan LSM yang ada di Kota Prabumulih mengecek kebena-ran yang di ungkapkan kedua-nya dan berdasarkan hasil pantauan di dapat bahwasan-nya memang benar telah terjadi penambahan Volume Aspal (semenjak lah di konfirmasi, Red), namun keretakan dan kerusakan drainase dan gorong-gorong bangunan lama akibat perbaikan jalan tersebut belum sama sekali di perbaiki.

Berdasarkan pantauan lebih lanjut Koran ini, terlihat dalam pengerjaan proyek terkesan asal jadi, dibuktikan dengan pengaspalan jalan yang tepatnya berada di Gg.Hikmah RT 01 RW 06 Kelurahan Muara Dua, berdasarkan pantauan terlihat jalan tersebut sudah mulai amblas akibat terjangan Air yang menyebab-kan pengikisan tanah karena erosi yang disebabkan oleh derasnya aliran Air ketika hujan karena kondisi lapangan menebing sehingga mengaki-batkan arus air mengikis tanah dan memakan badan jalan, dengan faktor utamanya disebabkan tidak adanya parit yang di buat secara permanent, menusul banyaknya keretakan hampir di sepanjang bangunan jalan.

Ketua RT 01 RW 06 Kelu-rahan Muara Dua yang bersa-ma dengan wartawan dan LSM memantau pembangunan jalan tersebut mengungkapkan “ Sebenarnya kami memang cukup berterima kasih atas pembangunan jalan di tempat kami ini, namun untuk teknis kami dak ngerti,” katanya dengan polos.

Kepala Dinas PU Prabu-mulih Ir.H.Zulpan,MM saat dikonfirmasikan (22/12),  tentang pembangunan jalan tersebut, mengatakan bahwa-sannya ia belum tahu tentang keadaan pembangunan terse-but, karena sampai saat ini belum adanya laporan kepada dirinya, selain mengatakan belum adanya CCO tentang prtoyek tersebut Zulpan juga menegaskan bahwasannya kerusakan yang terjadi akibat kelalaiyan kontraktor adalah tanggung jawab kontraktor itu sendiri “ya tanggung jawab kontraktor lah” kata Zulapan. Sampai berita ini diturunkan, perencana bangunan tersebut belum dapat di konfirmasikan masalah ini. >>Alex Effendi

Related posts