Natuna (MR)- Komisi III DPRD Natuna, bersama Asisten , Kabag Ekonomi, mengunjungi
Direktur BUMD, BLUD dan BMD kementrian dalam negeri, guna memperjelas, Permen ESDM, terkait adanya aturan PI, 10 persen bagi Daerah.
Menurut, Harken, Pemerintah Daerah bersama DPRD, harus segera melakukan pembentukan tim khusus agar bisa direalisasikan.
Pembentukan tim khusus ini, tidak perlu menunggu disahkan anggaran, karena masing masing SKPD, maupun DPRD, sudah punya perjalanan Dinas. kita manfaatkan anggaran itu untuk bekerja.Tidak perlu pakai honor segala, ucapnya saat ditemui diruang kerja Kantor Komisi III,Selasa tgl 06/03.
Dikatakan, dalam kunjungan kemarin, mereka juga sudah ketemu dengan Asosias daerah penghasil migas (ADPM).
Bahkan Kita sudah lakukan komunikasi kepada PT Santos dan konsrat , Terkait peraturan Menteri ESDM no 37 tahun 2016, tentang partisipasi interes 10 persen pada wilayah minyak dan gas.
Dipasal 2, Daerah ibisa dapat PI, Partisipadi Interes ,dengan membentuk badan usaha milik daerah.
Jika itu sudah terealisasi, berarti tidak ada lagi hambatan untuk mendapatkan PI, 10 persen itu. Ini untuk menambah PAD, karena kontrak tor wajib menawarkan kepada daerah, ketika mau dilakukan eksploitasi.
Hari ini Santos sudah beroperasi,sementara Konsrat rencana bulan Juni.kendala dilapangan, pembentukan BUMD, harus disetujui Gubernur.
Tetapi Gubernur sudah welcame, Nurdin siap mengambil PI, 10 persen itu Nanti akan dibagi, kepada semua kabupaten kota tergantung, kemampuan keuangan Daerah .
Harapan Kita bukan hanya PI, 10 persen, tetapi ada pajak makanan, yang bisa diambil untuk menambah PAD.
Ditambah lagi jika Baskem di bangun fi Natuna.agar masyarakat bisa kerja, dan perputaran ekonomi berjalan.
Kita minta biar ada pertemuan dengan SKK migas Sumbagut Gubernur DPRD dan Pemerintah Daerah.Tim khusus ini harus segera dibentuk , karena Juni sudah beroperasi.
Hasil pertemuan di Jakarta kemarin, sudah meminta pihak eksekutif ,lewat asisten melaporkan ke Bupati. Kami juga akan lakukan rapat internal.
Harken meminta ,agar masyarakat Natuna jangan jadi penonton , melainkan ikut terlibat, dalam membangun Natuna.
Ketika itu terbentuk dan masuk ke systim, Kita bisa mengontrol lifting yang selama ini ,jadi bahan perbincangan.ucapnya.
Rapat yang dihadiri wakil Ketua DPRD Natuna, Daeng Amhar, Ketua komisi III Harken, dan anggota Henri FN,ditambah dari Pemkab Natuna./Roy.
