Kayuagung, (MR)Pendidikan adalah pilar untuk pembangunan nasional Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan terus melakukan pembenahan di Bidang Pendidikan baik itu mutu pendidikan maupun sarana dan prasarana seperti gedung dan fasilitas lainnya di Bidang Pendidikan untuk kenyamanan proses kegiatan belajar dan mengajar.
Tapi sangat disayangkan dunia pendidikan yang dibangga-banggakan oleh Pemerintah Kabupaten OKI bahwa sudah maksimal bahkan setiap ada pertemuan selalu dikatakan bahwa pendidikan di Kabupaten OKI sudah layak semua, namun kenyataannya mas-ih ada terdapat sekolah yang jauh tertinggal seperti SDN 1 Jermun Kecamatan Pampangan.
Yang mana menurut masyarakat sekolah tersebut dalan kegiatan proses belajar mengajar tidak aktif seperti sekolah lain, mengingat proses belajar mengajar dimulai pukul 8.00 Wib dan pulang pukul 10.00 Wib, itupun tidak setiap hari, bahkan pernah murid datang ke sekolah namun tidak satu orang pun guru yang datang, sehingga murid pulang dengan sendirinya. Kejadian seperti ini sering terjadi di SDN 1 Jermun Kec Pampangan, oleh sebabnya akan mengakibatkan buruknya pendidikan di Kab OKI.
Hal ini di katakan beberapa wali murid Desa Jermun kepada wartawan koran ini belum lama ini
Sedangkan di Desa Jermun masih banyak anak bangsa yang membutuhkan pendidikan yang lebih baik dan berkualitas.
Lebih lanjut masyarakat tadi mengatakan. Dirinya mengakui bahwa memang benar murid di Desa Jermun sangat sedikit dan paling banyak murid dari kelas I sampai kelas 6 lebih kurang 60 orang, mengingat masya-rakat Jermun mempunyai anak rata-rata punya dua orang anak karena masyarakat Jermun ikut Program Keluarga Berencana. Masih menurut masyarakat tadi seharusnya dengan sedikitnya murid, sekolah tersebut semakin berkualitas tidak seperti saat ini sekolah yang tidak bermutu dan tidak bekualitas bahkan fasilitas yang ada tidak terjaga.
Berdasarkan pemantauan wartawan pada Hari Sabtu (13/1) pukul 09.45 Wib tidak ada satu orang pun murid di sekolah tersebut atau sudah pulang semua, menurut beberapa orang masyarakat Desa Jermun hari ini tidak ada proses belajar mengajar di karenakan tidak ada seorang pun guru yang datang kesekolah namun tadi anak- anak datang kesekolah, melihat tidak ada satupun guru yang datang murid langsung bubar dengan sendirinya lebih kurang pukul 09.30 Wib hal seperti ini sudah sering terjadi.
Dilihat dari bangunan gedung sekolah tersebut masih bagus dan layak namun yang disayangkan kurangnya perawatan. Seperti dalam ruangan kelas terlihat kotor dan jorok, seperti sangkar kambing selain itu bangku serta meja sudah banyak yang rusak bahkan keramik lantai ruang kelas banyak yang lepas dan pecah bahkan pecahan keramik berserakan di dalam kelas, yang menjadi pertanyaan masyarakat kemana dana pemeliharaan BOS.
Masyarakat tadi menambahkan masalah tidak aktifnya proses belajar mengajar di SDN 1 Jermun ini pernah di laporkan secara tertulis dan di tandatangani oleh masyarakat Desa Jermun dan surat laporan tersebut langsung diantarkan oleh Kepala Desa ke Dinas Pendidikan Kab OKI, namun tidak ada tanggapan mengingat kegiatan proses belajar mengajar masih saja tidak aktif.
Kabid Pembinaan SD, Romli SPd saat di konfirmasi wartawan Media Rakyat Di ruang kerjanya mengatakan dengan adanya laporan ini pihaknya akan memanggil Kepala Sekolah dan guru akan di berikan pembinaan untuk sementara, mengingat saat ini kita belum bisa melakukan mengganti Kepala Sekolah karena Bupati tidak bisa untuk melakukan pelantikan karena akan menghadapi pilkada, apabila kepala sekolah dan guru tersebut setelah dilakukan pembinaan sampai selesai pilkada masih saja kegiatan proses belajar mengajar tidak aktif Kepala Sekolah akan di copot dari jabatannya dan guru akan di berikan sangsi tegas.
Mengenai fasilitas seperti mobiler, gedung sudah banyak yang rusak nanti akan di sampaikan kepada Kabid Bangunan supaya ada bantuan perbaikan, ungkap Romli. >>Ipan
