Pemkot Prabumulih Harus Bangun Pagar Pembatas Untuk Hindari Aksi Pencurian

Prabumulih, (MR)

Terjadinya tindak kriminal berupa pencurian sepeda motor (curanmor) dilingkungan perkantoran Pemerintahan Kota Prabumulih, belakangan ini, mulai mengundang banyak simpatik masyarakat dan pegawai di sejumlah instansi diperkantoran tersebut. Disam-ping menyoroti belum adanya dinding pagar pembatas di sekitar area perkantoran, masih minimnya sarana dan prasarana yang dimiliki petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dituding menjadi penyebab mudahnya aksi kriminal pencurian terjadi dilingkungan tersebut.

“Sebaiknya Pemerintah Kota kedepan dapat lebih mem-fokuskan masalah dinding pagar pembatas, karena tanpa itu aksi pencurian masih saja mudah terjadi. Sebab sulit dipantau, lihat  perkantoran pemerintah di daerah lain semuanya memiliki pagar pembatas,” saran Nasir, warga Kelurahan Majasari, Keca-matan Prabumulih Selatan, saat berkunjung ke gedung perkan-toran tersebut, Selasa (29/11) siang.

Menurut Nasir, dengan adanya dinding pagar pemba-tas di sekitar lingkungan area perkantoran Pemkot Prabumu-lih, minimal dapat mencegah terjadinya tindak kriminal atau kejadian. “Sebab petugas Satpol PP dapat dengan mudah mengetahui kalau seandainya terjadi tindak kriminal pencurian atau apapun. Kalau begini kan masih sulit dipantau, apalagi tupoksi petugas Satpol PP itu hanya menegakkan Perda dan menjaga serta melindungi aset-aset yang dimiliki Pemkot Prabumulih,” jelas Nasir, menambahkan kepada Warta-wan.

Lebih jauh dia menyatakan prihatin dengan kejadian yang menimpa salah satu warga pengunjung dan sekaligus mensuport petugas Satpol PP supaya lebih memperketat pengawasan dan pengamanan di sekitar area perkantoran Pemkot Prabumulih. “Mungkin dengan kejadian kemarin, dapat membuka mata kita supaya lebih hati-hati dan waspada sebelum meninggalkan kendaraan. Bagi Pemkot diharapkan dapat segera mendirikan dinding pagar pembatas, biar lebih aman,” tukas pria berkaca mata ini, bijak.

Perhatian serupa juga disampaikan beberapa pegawai negeri sipil (PNS) sejumlah instansi. Namun ditambahkan selain dilengkapi dengan pagar pembatas di sekeliling perkan-toran, Pemerintah Kota juga harus memerhatikan kelengka-pan sarana dan prasarana kebutuhan petugas Satpol PP saat menjalankan tugasnya.

“Karena tidak menutup mata juga, minimnya sarana yang dimiliki kesatuan Pol PP menjadi penyebab timbulnya peristiwa tersebut. Salah satu contoh kelengkapan petugas yang bertugas di pos pintu masuk dan keluar gedung Pemkot, itu pernah saya coba duduk di pos disitu tidak lama mungkin sekitar setengah jam-anlah rasanya badan sudah terasa mau pingsan karena kepanasan dan haus yang menyengat, terang salah seo-rang PNS sambil meminta namanya tidak ditulis, dengan nada prihatin.

Disamping memerhatikan kebutuhan sarana pelengkap yang harus dimiliki petugas Satpol PP, Pemerintah Kota juga dia harapkan dapat memasang beberapa peralatan CCTV di sejumlah sudut strategis dan tersembunyi di setiap lantai perkantoran dan halaman parkir Pemerintah Kota Prabumulih. “Ya guna mengantisipasi saja bila terjadi pencurian, sebab namanya aksi kriminal kapan dan dimana saja bisa terjadi. Salah satunya seperti yang pernah terjadi di dalam kantor Dinas Kesehatan, harus kehi-langan beberapa laptop,” tandas pegawai ini mencon-tohkan. >> Alex/Don

Related posts