Kapal Pesiar Milik pendiri Microsoft Paul Allen’s Akhirnya Tiba Di Raja Ampat

Raja Ampat, (MR) – Kapal Pesiar Sangat mewah yang milik pendiri Microsoft tiba di Raja Ampat selama 3 hari mulai 13-16 September bersandar di pelabuhan Waisai yang hanya bermuat karyawan kapal 50 orang tanpa penumpang, (13/11).

Kapal pesiar terbesar di beri nama Octopus ini mempunyai dua landasan helikopter, kolam renang di dek atas serta dua kapal selam. Satu kapal selam dioperasikan dengan remote control untuk melakukan penelitian di bawah laut, sedangkan satu kapal selam bisa digunakan untuk keperluan jet sky. Eksterior kapal dirancang perusahaan Jerman Lurssen (Bremen) dan HDW (Kiel), kemudian interior di desain orang Amerika Jonathan Quinn Barnett (Seattle).

Saat di wawancarai media kepala dinas perhubungan Raja Ampat Ir. Becky Rahawarin mengatakan, kapal pesiar Octopus sandar di pelabuhan di karnakan kapal sangat besar, tidak bisa sandar di pelabuhan Saonek atau Kampung Jefman yang mana pelabuhan tersebut belum mampu untuk di sandar dengan kapal pesiar sebesar ini, jadi sebelum perencanaan kapal ini datang langsung dari Singapura ke Kabupaten Raja Ampat.

“Kita sudah berdiskusi kepada Pemerintah Daerah dan instansi terkait selain Dinas Perhubungan, agar tidak terjadi kelalaian seperti kapal pesiar Cladonian Sky menabrak terumbu karang di salah satu objek wisata di Raja Ampat,” ujarnya.

Di jelaskannya, jadi untuk semua kapal pesiar di seluruh dunia bisa menjadwalkan rute ke Kabupaten Raja Ampat yang di juluki ‘Surga Kecil’ ada di sini dari objek wisatanya, akan tetap di beri pelayanan yang sama dan wajib mengikuti aturan yang sudah di tetapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Raja Ampat, dampak dari kedatangannya kapal ini agar mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Raja Ampat.

“Kedepannya kami dari Dinas perhubungan akan membahas untuk pembangunan dermaga Waisai menjadi lebih baik daripada sekarang, agar kunjungan dari mancanegara yang menggunakan langsung kapal pesiar seperti Octopus bisa berdatangan dan kita bisa melayani mereka dengan baik supaya investor maupun turis tidak kecewa berada di Kabupaten Raja Ampat,” ujar Becky.

Sementara dari pihak General Agen Hadi mengatakan, kapal pesiar ini akan berada di pelabuan Waisai tidak akan bergerak kemana-mana sampai meninggalkan Raja Ampat sesuai aturan yang berlaku di daerah ini, jika ingin ke spot wisata harus menggunakan speedboat wisata Raja Ampat yang sudah ada.

“Di dalam peraturan daerah agar dari masyarakat lokal mendapat langsung dampaknya dengan kedatangan kapal pesiar ini di Kabupaten Raja Ampat. Mereka juga dari pihak kapal pesiar menyempatkan turun ke Kota Waisai untuk menikmati kuliner daerah sini dan membeli sovenir-sovenir, kapal Ini juga menjadi salah satu percontohan agar kiranya mereka berda di sini bisa di ikuti kapal-kapal pesiar lain, seperti info yang kita terima dalam waktu dekat ini akan kedatangan kapal pesiar di Kabupaten Raja Ampat, kami dari pihak agen akan menjalani peraturan yang ada dan menyampaikan ke pihak kapal pesiar agar tidak mengecewakan pemerintah daerah bahkan masyarakat lokal selama mereka berada di sini,” papar Hadi. >>Ady

Related posts