Kuningan, (MR) – Turunnya bantuan dari Kementerian Agama Republik Indonesia melalui anggaran DIPA Madrasah Ibtidaiyah (MI) dirasa sangat membantu dalam peningkatan mutu pendidikan sekolah. Peningkatan sarana dan prasarana sekolah dinilai dapat membantu dan menambah motivasi siswa dalam belajar di sekolah sehingga melahirkan pendidikan yang berkualitas. Demikian diungkapkan Kepala MI Ma’arif NU Kapandayan, Furqon, S.Ag saat ditemui di rumah kediamannya, minggu (15/10/2017).
MI Ma’arif NU Kapandayan yang terletak di desa Kapandayan Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan merupakan salah satu MI swasta yang saat ini mendapatkan bantuan rehab/renovasi ruang kelas sebanyak 2 ruang kelas dengan nilai anggaran Rp. 90.250.000.
Kegiatan renovasi kelas yang dilaksanakan dengan sistem swakelola tersebut diantaranya meliputi penggantian atap dengan baja ringan, penggantian kayu kusen yang rusak dan plafon. Pengerjaan saat ini sudah mencapai 90 persen. Menurut Furqon, sebelumnya ruang kelas tersebut mengalami rusak yang cukup parah bahkan hampir roboh. Sehingga sangat menggangu kegiatan KBM di sekolah kami karena rasa khawatir bangunan atap ambruk.
“Dengan turunnya bantuan dari Kemenag ini kami pihak madrasah merasa sangat terbantu. Adanya peningkatan sarana dan prasarana ini, guru dan siswa akan merasa nyaman dan fokus dalam melakukan KBM di sekolah”, tutur Furqon.
Ditambahkan Furqon, bahwa MI merupakan tingkatan sekolah dasar yang sangat memerlukan perhatian dan bantuan dari pemerintah. Pembentukan karakter dan kualitas pendidikan bisa dimulai dari MI/SD. Oleh karena itu dengan adanya peningkatan sarana dan prasarana sangat menunjang dalam pencapaian pendidikan di sekolah kami. >>Irwan
