Kotamobagu, (MR) – Sebanyak 30 guru di lingkup Dinas Pendidikan Kota Kotamobagu, kamis 14/09 mengikuti sosialisasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bolaang Mongondow. Sosialisasi terkait Asistensi Penguatan pembangunan berwawasan anti Narkoba kepada Institusi Pendidikan, menurut Kepala BNN Kabupaten Bolaang Mongondow, AKBP.
Yuli Setiawan DP, SH bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang berwawasan anti narkoba. Karena itu menurut Setiawan, peran Kepala Sekolah maupun guru atau kader BNN yang ada di lingkungan sekolah, mulai dari SMP dan SMA di Kotamobagu sangat penting untuk dapat memerangi penggunaan narkotika di kalangan siswa.
“Dalam upaya memberantas narkoba memerlukan bantuan seluruh pihak, tidak melulu oleh BNN atau kepolisian. Maka, kami dengan Disdik Kota Kotamobagu akan gencar menanggulangi kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Hal tersebut, agar Kotamobagu memiliki generasi penerus yang bebas dari narkoba,” jelas AKBP Yuli Setiawan.
Lebih lanjut, Setiawan menuturkan, BNN Kota Kotamobagu optimis dapat melakukan upaya pemberantasan narkotika terlebih, saat ini seluruh pihak juga membantu BNN dalam memerangi peredaran narkoba yang ada di Kotamobagu. “Contohnya, dengan pemasangan spanduk di sekolah yang berisi penolakan narkotika di kalangan pelajar. BNN pun siap memfasilitasi berbagai bahan atau materi yang dibutuhkan masyarakat untuk mensosialisasikan dampak buruk dari narkoba,” tuturnya.
Dirinya berharap, tidak hanya pihak sekolah yang melakukan kampanye anti narkoba ke pelajar. Namun, seluruh lapisan masyarakat, terutama keluarga juga berperan dalam mengantisipasi penggunaan narkotika di kalangan anak.
“Seluruh elemen masya-rakat harus bersama-sama mengkampanyekan penyalahgunaan narkoba.karena data yang saya dapatkan Bolmong Raya peringkat ke 3 penggunaan narkoba di Sulawesi Utara Diharapkan, Kotamobagu dapat semakin bersih dari peredaran obat-obatan terlarang maupun zat berbahaya dari merokok,” tandasnya.
Kesempatan yang sama Kabid Pendidikan Kota Kotamobagu, Rastono mengungkapkan sekolah harus menjalin kerjasama dan pendekatan dengan masyarakat dan orang tua murid untuk sosialisasikan dampak dan bahaya narkoba. “Saya berharap kepala sekolah SMP dan SMA yang berada di Kota Kotamobagu bisa lebih berperan menuju stop Narkoba di Sekolah,” terang Rastono. >>Michael
