Natuna, (MR)
kolEpnya keuangan Perusda berdampak buruk pada kinerja karyawan. Pasalnya Perusahaan milik Daerah ini, bagai anak ayam ditinggal induknya.
Sebagai orang Tua, sudah seharusnya Pemerintah memikirkan nasib Perusahaan BUMD ini. Apakah mau ditutup atau dihidupkan lagi. Pasalnya sampai hari ini, keuangan Perusda kolep, hingga puluhan karyawan di PHK tanpa pesangon.
Sementara yang masih bekerja, sudah 11 bulan belum menerima gaji. Hal tersebut dibenarkan oleh seluruh karyawan Perusda. “Kami ini bagai buah dimalakama, mau berhenti Kita sudah puluhan tahun bekerja, kalau masuk kantor, sudah 11 bulan tak bergaji. Sementara Pemerintah Daerah, kayaknya tidak ambil pusing soal ini.
Kalau memang pemerintah mau menutup Perusahaan ini, silahkan saja, tapi bayar dulu hak-hak Karyawan, termasuk uang pesangon. Sampai hari ini, Pemerintah Belum ada memikirkan nasib karyawan Perusda, ucapnya kesal.
Ia berkeinginan Bupati Natuna dapat mengambil sikap, mau dikemanakan perusahaan ini. Kalau mau ditutup silahkan, bayar hak Karyawan, kalau mau dihidupkan, pilih Dirut, dan direksi. Karena yang ada sudah habis masanya, ucapnya.
Kami ini masih bersabar, tapi jika Pemerintah tidak ada respon juga, kami akan buat tanda tangan guna, dan memanggil wartawan, serta mengadukan permasalahan ini ke DPRD, guna mencari solusinya. Saat ini keuangan Perusda nihil. Kalau hanya mengharapkan jual aset untuk bayar gaji, saya rasa mustahil tercapai. Karena jika dihitung, gaji sama pesangon bisa mencapai miliaran rupiah, ucapnya. >>Roy
