Perayaan Natal 2016 & Tahun Baru 2017 SMA N.1 Sawo Berlangsung Meriah

Nias Utara, (MR)
SMA N 1 Sawo mengadakan Merayakan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017, Selasa (17/1/2017) di gereja BNKP Jemaat Luaha Sawo. Acara ini dimeriahkan dengan menampilan Koor, Vocal Grup dan Vocal Solo baik dari siswa/i maupun Dewan guru SMA N 1 Sawo. Turut hadir sejumlah orang tua siswa, pengurus Komite dan para Tokoh. Sebagai siraman Rohani melalui Khotbah disampaikan oleh Pdt.Damaihati Zebua.

Dalam sambutannya, Kepala SMA N 1 Sawo Folala Tel, S.Pd mengatakan bahwa perayaan natal dan tahun baru ini merupakan salah satu bentuk pembentukan karakter dan moral peserta didik agar dapat menjadi manusia yang berakhlakh mulia dan beriman.

Dikatakannya bahwa, sesuai dengan Thema: Hari ini telah lahir bagimu jurus salamat yaitu Kristus Tuhan di Kota Daud, dan sub thema yang telah disusun oleh panitia “dengan semangat natal marilah kita meningkatkan rasa persaudaraan dan etor kerja”, diharapkan agar seluruh keluarga besar SMA N 1 Sawo dapat menjaga harmonisasi dan kasih persaudaraan, meningkatkan kinerja dan mutu pendidikan.

Sementara itu, Ketua II Komite SMA N 1 Sawo, Faahakhododo Tel, SH alias Bung Fakha Tel dalam sambutannya mengatakan bahwa kasih persaudaraan dalam sebuah keluarga besar sangat diperlukan dan supaya terus dikembangkan, dan jangan disalah gunakan atau dipelesetkan kapada bentuk kasih yang lain.

Sesuai Thema Natal, lanjut bung Fakha Tel, diharapkan kepada seluruh keluarga besar SMA N 1 Sawo dapat berperilaku sebagai anak-anak Tuhan sebagaimana dalam 1 Yohanes 2:3, yang mengatakan, dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintahNya.

Bung Fakha Tel, SH juga mendorong semua siswa/i agar terus berpacu dalam prestasi dan kelak menjadi orang yang sukses untuk membangun Kabupaten Nias Utara, dan khususnya Kecamatan Sawo, serta umumnya Negara Kesatuan Republik Indonesia, apalagi saat ini, orang kecamatan Sawo di berbagai instansi masih minim.

“Dan kepada saudara/i Dewan Guru juga kami berpesan bahwa Profesi sebagai guru merupakan tanggungjawab besar dalam memanusiakan manusia sebagai pendidik, pengajar, dan pelatih, agar dapat menjalankan tugas dengan baik setulus hati” kata Fakha. Dan, lanjutnya, keseriusan seorang guru suatu saat akan tampak melalui siswa/i ketika berhasil atau tidak kedepan.

Ketua II Komite itu menyerukan kepada semua pihak agar dalam kehidupannya selalu mengandalkan Tuhan dan terus berperilaku sebagai anak-anak Tuhan. “Karena rata-rata kita ini masih muda, maka ingatlah selalu Pengkhotbah 11:9-10 dan ayat 12:1 yang intinya, ingatlah akan penciptamu di masa mudamu sebelum semuanya tinggal penyesalan” ujarnya. >> Man Lahagu

Related posts