dr. Yudi Indarto Pimpin Rsud Kotaagung

Tanggamus, (MR)
Roda kepemimpinan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Islamic Kotaagung, Tanggamus, kembali bergerak. Rumah sakit plat merah yang sebelumnya di bawah kendali dr. Dirhamsyah Riva’i itu, sejak tadi (18/1) , resmi dipimpin dr. Yudi Indarto. Pergeseran kursi Direktur RSUD Islamic Kotaagung itu didasari Surat Keputusan Bupati Tanggamus Nomor 821.2/055/45/2017 tentang Pemberhentian, Pemindahan, dan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam dan Dari Jabatan Administrator dan Camat di Lingkungan Pemkab Tanggamus.

Berdasarkan SK tersebut, diketahui bahwa Dirhamsyah selaku direktur lama, kini bertugas sebagai fungsional dokter di RSUD setempat. Peralihan kendali kepemimpinan RSUD ditandai dengan prosesi serah-terima jabatan (sertijab) dari Dirhamsyah kepada Yudi yang dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tanggamus Hi. Samsul Hadi di aula RSUD. Dalam lingkup birokrasi, pergantian pejabat sudah menjadi hal yang lumrah. Namun satu pertanyaan istimewa seketika mencuat dari hal yang biasa ini: semakin baiklah RSUD Kotaagung di bawah direktur yang baru? Tentu harapannya, momen pergantian ‘nahkoda’ itu memberikan resultan positif pada bahtera lembaga yang melayani kebutuhan kesehatan masyarakat Bumi Begawi Jejama.

“Saya tak bisa memberikan banyak waktu pada Dokter Yudi untuk berbenah. Setelah sertijab ini, Anda hanya punya waktu enam bulan untuk memperbaiki masalah-masalah urgen yang terjadi di RSUD ini. Jadi, sama sekali tak ada waktu untuk berleha-leha. Segera kumpulkan dan rapatkan barisan jajaran staf RSUD, lalu susun dan kerjakan program-program terbaik Anda. Setelah enam bulan, kami akan lakukan evaluasi seperti apa hasilnya. Kalau ternyata justru lebih parah dari yang sebelumnya, ya mohon maaf kalau harus kami copot,” tegas Samsul Hadi di hadapan Asisten Bidang Admnistrasi Hj. Nur Indrati, Kepala Dinas Kesehatan Sukisno, Inspektur Tanggamus Firman Ranie dan para dokter serta jajaran staf RSUD.

“Saya memang selalu berpesan kepada anak-anak saya, untuk tidak pamer pada siapapun dan di manapun, bahwa mereka adalah anak wakil bupati. Awalnya, oknum pegawai di RSUD ini kurang ramah melayani anak saya. Tetapi setelah ada tukang ojek yang mengenali bahwa itu adalah anak saya dan oknum pegawai RSUD itu diberi tahu oleh si tukang ojek, spontan si pegawai berubah menjadi ramah. Apakah harus ada pembedaan perlakukan seperti ini? Bukankah sudah seharusnya Anda semua bersikap baik dan ramah terhadap setiap pasien tanpa membedakan apa latarbelakangnya. Mulai saat ini dan seterusmya, kita harus membiasakan yang baik dan yang baik harus dibiasakan. Pemkab Tanggamus membangun RSUD ini, tujuannya adalah sebesar-besarnya pelayanan untuk masyarakat,” ujar Samsul Hadi.

“Empat hal utama yang harus segera dibenahi oleh direktur baru RSUD, pertama pembenahan tampilan lingkungan fisik bangunan serta penataan ruang/halaman agar tak menimbulkan kesan kumuh; kedua adalah pembenahan pada aspek pelayanan; ketiga adalah aspek kedisiplinan; dan terakhir adalah aspek sosiologi internal antarpegawai RSUD. Poin terakhir itu artinya, saya tidak mau mendengar ada rumor atau isu-isu negatif bahwa ada disharmonisasi antarpegawai karena terciptanya kubu si ini atau si itu.

Kita ini adalah manusia modern, bukan orang kubu (primitif),” tandas Samsul Hadi seraya mengucapkan terimakasih pada Dirhamsyah atas kinerja dan dedikasinya selama bertugas sebagai direktur RSUD. >>Irawan

Related posts