“Uang Kebersamaan” Diduga Mewarnai Program Sanimas 2016 Di Kabupaten Kuningan

Kuningan, (MR)
Sebanyak 5 desa di kabupaten Kuningan baru-baru ini telah selesai melaksanakan Program Sanimas 2016. Sanimas (Sanitasi Berbasis Masyarakat) adalah salah satu program pemerintah pusat melalui Kementerian PU PR dan Direktorat Jenderal Cipta Karya yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.

Sejumlah 400 juta dana yang dikucurkan pemerintah untuk pembangunan Sanimas ke tiap-tiap KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) di masing-masing desa. Program Sanimas 2016 adalah berupa pembangunan 2 pintu MCK dan satu unit IPAL komunal yang mempunyai fungsi untuk mengolah limbah rumah tangga agar tidak meresap dan mencemari lingkungan. Dimana satu unit IPAL komunal mampu menampung pembuangan limbah rumah tangga dari 50-60 rumah.

Namun hal yang sangat ironis, ketika kami awak media melakukan konfirmasi mengenai anggaran Sanimas ke 2 desa dari 5 desa yang mendapatkan program tersebut, para ketua KSM tidak terlalu transparan dalam memberikan keterangan tentang anggaran tersebut. Bahkan menurut Odih ketua KSM di desa Pagundan, tidak bersedia dikonfirmasi dan menyerahkannya kepada sekertaris dan bendahara. “Saya tidak mau memberikan keterangan tentang masalah keuangan, karena saya tidak mau terlibat dengan masalah keuangan sanimas, apalagi dengan adanya uang kebersamaan yang melibatkan dinas kabupaten dan propvinsi” tutur Odih saat ditemui di rumah kediamannya.

Namun ketika ditanyakan berapa besaran uang kebersamaan tersebut, Odih enggan memberikan informasi tersebut. Bahkan sosok yang merupakan pengusaha gaplek di desa Pagundan itu juga tidak mau hadir memenuhi undangan dalam acara Pemda yaitu saat “acara penyerahan hasil pembangunan infrastruktur tahun anggaran 2016” yang diselenggarakan di lapangan parkir dinas Binamarga dan Cipta Karya. Suatu sikap yang menunjukan adanya ketidaksepahaman antara dia sebagai ketua KSM dengan dinas Cipta Karya.

Hal senada juga diungkapkan Sekdes Mekarsari Kecamatan Maleber Kabupaten Kuningan Johan Jamaludin, ketika dikonfirmasi mengenai anggaran Sanimas. Sekdes Mekarsari yang juga merupakan ketua KSM desa mekarsari juga tidak transparan dalam memberikan informasi mengenai anggaran yang diserap untuk pembangunan Sanimas tersebut. Bahkan MCK yang dibangun di dusun Kadatuan Rt 03/01 Desa Mekarsari merupakan renovasi bangun MCK yang sudah ada.

Sampai berita ini diturunkan kami awak media belum bisa menemui kepala Dinas Tata Ruang Cipta Karya, HM, Ridwan Setiawa, MH, M.Si walau sudah tiga kali berusaha menemui di ruang kerjanya, namun beliau melalui sekprinya selalu tidak bersedia untuk ditemui. Sehingga hal ini semakin memperkuat dugaan adanya uang kebersamaan yang melibatkan dinas terkait di kabupaten dan provinsi. >>Irwan

Related posts