Natuna, (MR)
Wajah Elyas, terlihat berseri-seri, saat bertemu dengan sejumlah anggota DPRD Natuna pekan lalu. Kepala Desa sebadai Ulu itu, datang beserta sejumlah perankat desa, untuk menyampaikan aspirasi masya-rakat terkait kesulitan yang dialami warganya. Sebagai bagian dari masyarakat Natuna, sudah seharusnya mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pembangunan dari Pemerintah Daerah.
Elyas mengatakan, hari ini Kami sangat berterima kasih atas sambutan sejumlah wakil rakyat, begitu welcame. Ada 3 persoalan yang kami utarakan disini. Pertama masalah jalan. Sejak berdiri Kabupaten Natuna 17 tahunsilam, Desa sebadai ulu sampai saat ini belum bisa merasakan aspal.Pada hal Daerah ini tidak jauh dari Ibu kota Ranai. Sekarang ini jalan poros sebadai ulu sepanjang 2,5 KM tidak bisa dilalui. Jangankan mobil naik roda dua aja tidak bisa. Hal ini sangat menggangu perekonomian bagi warga desa.
Kedua, masalah air bersih. Sampai hari ini, saluran air bersih belum tersentuh. Pada hal berbagai imtek sarana air bersih telah dibangun oleh Provinsi, namun hasilnya tidak maksimal. Jika musim kemarau, rawa-rawapun kering.Ketiga masalah tower. Sejak dibagun oleh Kementerian Komimfo, tower tersebut hanya dapat dipakai 1 tahun. Sekarang tidak berpungsi lagi dan hanya sebagai pajangan saja.Permasalahan ini telah kami sampaikan juga tadi malam kepada Pemkab Natuna melalui Wabub namun jawaban masih gambang karena menunggu anggaran cukup atau tidak ucapnya.
Kedatangan kami hari ini untuk meminta kepastian dari wakil rakyat, agar dalam menjalan kan Pemerintahan desa bisa lancar.Kami ingin jawaban , agar bisa disampaikan kepada masyarakat sebadai Ulu.Jika tidak semua bisa terkaper, minimal jalan dulu diprioritaskan. Masalah usulan sudah dilakukan, namun dicoret karena tidak ada anggaran. Kita berkeinginan jika ada anggaran untuk pembangunan jalan, tolong jalan sebadai ulu, diberi lebih agar akses ke Desa kami bisa berjalan lancar. Kami tidak tahan lagi makanya minta jalan keluar.
Menanggapi persoalan itu, Ketua DPRD Natuna Yusripandi, megatakan, pengajuan tersebut berasal dari Pemerintah daerah. Jika mereka mengajukan, Kami pasti setujui. Permintaan Saudara akan kami tampung, mudah-mudahan anggaran Kita cukup , sehingga jalan 2,5 KM bisa terealisasi. Menurut Wan Sopian jalan kesebadai Ulu cukup memprihatinkan, oleh karena itu jika DPRD sepakat Saya rasa tidak ada masalah.
Lain halnya dengan wakil Ketua DPRD Natuna. Ia meminta anggota DPRD bersama PU, melakukan sidak kesana, agar Pemerinta Daerah melalui PU, dapat melihat langsung situasi disana. Dengan demikian, ada skala preoritas dalam penganggaran pembangunan jalan itu.
Nanti Kita lihat kapan waktu yang tepat untuk bisa kesana, timpal Ketua Dewan. Intinya dalam pembahasan nanti, Kita lihat komitmen Bupati Kita yang baru ini ujar nya lagi.
Tempat sama, Henri FN , menegaskan, agar masyarakat sebadai ulu jangan salah mengartikan. Sebab selama ini ada nada –nada sumbang diluar sana , mengatakan Dewan sering mencoret kegiatan . Perlu diingat, DPRD Natuna tidak pernah mencoret kegiatan yang diusulkan oleh Pemkab Natuna, terlebih-lebih kegiatan menyangkut kepentingan masyar-akat. Ini perlu digaris bawahi, Kedua kami minta masyarakat sebadai ulu legowo, jika dari sekian banyak yang diajukan, ada yang tidak dipenuhi, mengingat anggaran terbatas. Kita akan menyetujui yang prioritas aja ucap Henri.Intiny aspirasi ini akan kami sampaikan kepada Pemkab Natuna.
Saat dikonfirmasi usai melakukan pertemuan dengan DPRD Natuna, Kades Sebadai Ulu Elyas, mengaku, sangat kewalahan dengan situasi jalan licin saat ini. Jika mau mengambil dana ADD, Saya rasa sangat mustahil karena jalan tersebut merupakan jalan poros. Dana ADD dapat dipergunakan untuk jalan gang saja. Oleh karena itulah kami datang lengkap sebagai perangkap Desa untuk menyampaikan aspirasi masya-rakat sebadai Ulu kepada Pemkab natuna dan DPRD agar akses jalan dapat diperbaiki, ucapnya. >>Roy
