Ratusan juta Dana APBD-P Hanya Untuk Latihan Renang Siswa

Natuna,(MR)

Bangunan ukuran  4 x 6 itu, tampak tidak terurus. Cat bangunan tampak mulai pudar, didalam ruangan ada beberapa meja dan satu buah computer. Didepan pintu bangunan bersandar sebuah plang nama, Meski  besar, namun dari jarak 10 meter, tulisan di atas triplek 1×2 m  tidak jelas kelihatan, kecuali kita mendekat barulah dapat dibaca. Tulisan samar-samar itu berjudul  LSM Serbu (Segar Bugar). Mungkin papan plang salah satu organisasi itu sudah tak dirawat atau, dibuat sendiri. Pada hal kita ketahui, baru-baru ini, LSM Serbu  telah menerima kucuran dana dari Pemerintah daerah senilai I millyar.

Awal cerita bermula dari salah satu guru di SMU I ranai, sebut saja Pauji. Ia mengatakan adanya permainan oknum anggota Dewan di Natuna, memanfaatkan siswa sekolah untuk kepentingan pribadi. HR oknum anggota Dewan disebut, telah menyuruh beberapa Guru disekolah SMU I Ranai untuk membuat sebuah LSM kebungaran, dinamakan Serbu (segar Bugar). kalau tak percaya Tanya saja pengurus Serbu sarannya.

Abas, salah satu guru olah raga di SMU I ranai membenarkan adanya bantuan 1 milyar melalui LSM Serbu. Gunanya  untuk anak-anak sekolah biar bebas latihan renang. Dalam ceritanya, berawal pada awal Pebruari lalu, saat Dirinya membawa sejumlah siswa belajar berenang. Ia meminta saran untuk kedua kalinya kepada HR bagaimana caranya agar siswa-siswi yang berenang dapat keringanan, saat itu Beliau menganjurkan agar didirikan organisasi. Singkat cerita terbentuklah LSM  Serbu.

Dengan berdirinya lembaga ini, HR berusaha mengawal agar dana bantuan untuk organisasi serbu dapat dibantu. Abas  salah satu Guru olah raga sekaligus bendahara Serbu, mengakui Dana organisasi Serbu sudah cair 1 millyar. Dana tersebut kemudian kita potong untuk biaya operasional sewa kantor Rp 30 juta, biaya operasional selama 1 tahun Rp 52 juta. Sisanya Rp 918 juta  sudah diserahkan kepada Istri HR, selaku Direktur Kolam renang katanya polos. Dalam perhitungan,  jumlah siswa yang berenang sebanyak 850 orang x 3000 x 360 hari. Artinya kolam renang milik wakil rakyat itu dipadati 850 siswa setiap harinya.

Kabar burung yang diterima wartawan Koran ini, ternyata dana Serbu 1 millyar, terkucur 30 persen untuk Dewan. Namun hal itu dibantah beberapa anggota dewan. Kita pun kaget, dibilang kita ada terima dana 30 persen. Kemarin sudah kita panggil pengurus serbunya, “ Kita tidak ingin lembaga ini dimanfaatkan. Hal itu juga diakui bendahara serbu. Bahwa mereka dipanggil untuk meminta kejelasan kabar miring itu.

Sementara itu HR saat dijumpai diruang komisi III mengakui adanya dana  masuk  melalui Dirut Kolam renang. Namun dana tersebut untuk pembayaran sejumlah siswa  yang masuk gratis sejak Januari lalu. Itupun sudah kita korting. Awal cerita, Abas beserta guru lainnya datang kerumah Desember tahun lalu, untuk meminta keringanan agar Siswa-siswi yang latihan berenang dapat keringanan. Mereka saya suruh mendirikan LSM diluar sekolah. Maka januari lalu mereka mendirikan organisasi itu.

Kemarin mereka mendapat bantuan. Kemudian dana tersebut diserahkan kepada direktur kolam renang untuk pembayaran MoU kerja sama gratis berenang selama 1 tahun dengan jumlah siswa 850 orang. Awalnya direktur kolam renang meminta Rp 5000 /kepala, sebab tarif masuk kolam renang  Rp 10.000. Namun saya bilang Rp3000 saja.

Mengenai isu ada 30 persen untuk kawan-kawan anggota Dewan itu tidak benar. Saya juga tidak tahu siapa yang mengeluarkan isu itu. tegas wakil rakyat itu. >> Roy

Related posts