Perahu Diterjang Ombak, Seorang Nelayan Asal Jawa Barat Tewas Terseret Arus Laut

CuacaTrenggalek, (MR)
Cuaca buruk tampaknya masih menggelayuti perairan Kabupaten Trenggalek. Setelah banjir ROB yang juga sempat melanda wilayah pesisir selatan beberapa hari yang lalu, membuat masyarakat enggan untuk melaut. Hujan deras dan tingginya gelombang laut menjadikan para nelayan berfikir seribu kali untuk mencari ikan. Faktor keselamatan tetaplah hal yang utama.

Berdasarkan informasi BMKG menyatakan bahwa dari tinjauan kondisi atmosfer terlihat beberapa indikasi yang menunjukkan munculnya potensi hujan lebat di wilayah Indonesia. Kondisi masih hangatnya suhu muka laut di atas normal di perairan Indonesia barat,  masuknya aliran massa udara basah dari Samudera Hindia di maritim kontinen Indonesia serta lemahnya aliran masa udara dingin Autralia di wilayah Indonesia, diperkirakan memberikan kontribusi pada peningkatan curah hujan. Selain itu dengan adanya daerah perlambatan, pertemuan dan belokan angin di wilayah Sumatera dan Kalimantan mengakibatkan kondisi atmosfer menjadi tidak stabil sehingga meningkatkan potensi petir dan angin kencang. Dari kondisi tersebut beberapa wilayah di Indonesia diperkirakan akan terjadi hujan dengan intensitas lebat tak terkecuali Kabupaten Trenggalek.

Ditengah cuaca yang tidak menentu ini, pada Minggu (19/6) kemarin tiga orang nelayan yakni Paceng, Dedi dan Kosim, ketiganya warga Ds. Batukaras Kec. Cijulang Kab. Pangandaran nekat melaut untuk mencari ikan. Sekitar pukul 14.00 WIB ketiganya masuk ke Pantai Konang Ds. Nglebeng Kec. Panggul untuk bersandar. Ketika mencapai tepi pantai, Paceng dan Dedi turun sedangkan Kosim masih diatas perahu. Tiba-tiba saja datang ombak cukup besar menghantam badan perahu dan menyeretnya kembali ke tengah laut. Mungkin karena panik, Kosim nekat melompat kelaut dengan tujuan berenang ke tepi pantai. Tapi takdir berkata lain, korban akhirnya terbawa arus.
Menerima informasi tersebut, Polsek Panggul segera bergerak cepat ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta berkoordinasi dengan Polair dan Basarnas untuk melakukan pencarian. Namun sayangnya, hingga menjelang malam korban belum juga ditemukan. Pencarian pun dihentikan sementara waktu karena kondisi yang tidak memungkinkan.

Hari ini Senin (20/6), pencarian kembali dilakukan. Selain pada area atau titik korban hilang, pencarian juga diperluas hingga ke tengah laut. Menggunakan perahu karet milik Basarnas Trenggalek, pencarian secara terpadu ini pun melibatkan masyarakat nelayan.

Disaat stamina Tim SAR Gabungan mulai terkuras karena misi pencarian yang dimulai sejak pagi tadi, tiba-tiba salah satu anggota tim melihat sesuatu yang cukup mengundang tanya dibenaknya. Semakin penasaran dengan apa yang dilihatnya itu, akhirnya tim memutuskan untuk mengarahkan haluan ke titik tersebut. Dan benar saja, sesosok mayat tergeletak di pinggiran pantai dengan pakaian yang masih menempel di badan. Tanpa pikir panjang, akhirnya tim pun bergegas turun sambil membawa peralatan yang telah disiapkan.

“Berdasarkan keterangan rekan korban maupun ciri-ciri fisiknya, jenazah yang kami temukan ini adalah Kosim, korban tenggelam di Pantai Konang Panggul. Melihat kondisinya, kami tidak menemukan bekas penganiayaan maupun pukulan benda tumpul,” ujar Iptu Budi Hartoyo yang memimpin misi pencarian tersebut.

Sementara itu saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kapolsek Panggul, AKP Wajib Santoso, membenarkan penemuan korban tenggelam asal Jawa Barat ini.”Saat ini jenazah sudah dimandikan oleh keluarga yang sejak kemarin berada di Panggul. Rencananya hari ini langsung dibawa pulang ke kampung halamannya untuk segera dimakamkan,” terang Wajib. >>Sur/Polres

Related posts