Gempa Besar Mengguncang Bali

Denpasar, (MR)

Gempa bumi berskala Richter 6,8 mengguncang Bali, demikian laporan sejumlah saksi, gempa bumi membuat warga Bali panik. “Gonca-ngannya sangat kuat. Kita yang di dalam mobil saja merasakan,” kata Vani, warga Jakarta yang berkunjung ke Bali, kepada wartawan berita nasional itu.

Menurut Badan Meteoro-logi Klimatologi dan Geofisika, gempa yang dirasakan warga Bali cukup besar ini tidak berpotensi tsunami, sedangkan pusat gempa berada 143 km arah barat daya Nusa Dua, Bali. Kedalaman gempa disebutkan 10 kilometer, sedangkan gempa bumi terjadi pada 10.16 WIB dan dirasakan oleh tidak hanya Bali, tapi juga sejumlah daerah di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Gempa putuskan jaringan komunikasi di Bali

Gempa Kamis siang itu, memutuskan jaringan komu-nikasi di sebagian besar wila-yah Pulau Bali. Corporate Communications PT Telkomsel Area Bali-Nusa Tenggara, Pandu M mengatakan bahwa akses internet, termasuk fasilitas yang ada di telepon seluler BlackBerry sempat mengalami gangguan. “Akses internet sempat mengalami gangguan sekitar 10 menit beberapa saat setelah peristiwa gempa terjadi. Namun, setelah itu kembali normal,” kata-nya.Terputusnya akses internet itu juga dialami oleh Jro Mangku, warga Kintamani, Kabupaten Bangli. “Gunca-ngan gempa tadi sangat kuat, sampai-sampai akses internet kami terputus,” katanya.

Data korban gempa simpang siur

Data korban luka-luka akibat gempa berkekuatan 6,8 SR yang berpusat di 143 kilometer Barat Daya Nusa Dua, Bali pada pukul 10.16 WIB, dengan kedalaman 10 kilometer masih simpang siur.

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggu-langan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Kamis menyatakan, data semen-tara yang dia terima menyebut-kan tidak ada korban luka pada kejadian tersebut.

Namun, beberapa menit kemudian dia mendapati laporan terbaru yang menyatakan 17 orang luka ringan.  Mereka sempat dirawat RS Sanglah. Sutopo Purwo juga mengatakan dua sekolah di Denpasar rusak ringan, satu sekolah rusak sedang dan dua kantor rusak ringan.

Dia menambahkan, daerah yang ikut merasakan gempa dengan intensitas sedang adalah Denpasar, sedangkan yang merasakan dampak gempa intensitas ringan adalah Kuta, Ubud, Tabanan, Negara, dan Muncar, Srono, Genteng dan Banyuwangi, Jawa Timur. Bali pernah mengalami gempa bumi pada 14 Juli 1976 di Buleleng dengan kekuatan gempa 6,5 SR di mana saat itu 471 orang meninggal dunia. >> Nyoman AP

Related posts