Kasus Kematian Ibu Hamil Di Halbar Tergolong Rendah

Dinas Kesehatan HalbarHalmahera Barat, (MR)
Kesehatan adalah faktor yang sangat berperan di antara-faktor-faktor yang lain dalam membentuk tipe sebuah keluarga yang ideal. Faktor kesehatan juga menjadi perekat hubungan dan keharmonisan antara sesama anggota keluarga.

Dasar pemikiran ini pula yang memotivasi Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Barat khususnya bidang kesehatan keluarga untuk terus melakukan pemetaan kematian Ibu Hamil dan Anak di setiap kecamatan dan desa dalam wilayah Kabupaten Halmahera Barat. Berikut sosialisasi dan edukasi, membangun konektivitas antar jejaring serta langkah dan terobosan dalam bentuk affirmatif action.

Diwawancarai Media Rak yat di ruang kerjanya, Kepala Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Halmahera Barat Herni DS. Djafar, SKM menjelaskan berdasarkan data di tahun 2015, terdapat 5 kasus kematian Ibu Hamil. Menurutnya faktor kematian tersebut lebih disebabkan oleh pendarahan, hipertensi, infeksi serta hipermisis atau mual muntah yang berlebihan.

Untuk data kasus kematian anak khususnya saat lahir langsung meninggal untuk Halmahera Barat di tahun 2015 mencapai 34 kasus. Dari data tersebut menurut Herni, Kabupaten Halmaher Barat termasuk Kabupaten yang minim kasus kematian Ibu dan Anak. “Kita di Halmahera Barat, masih tergolong lebih baik ketimbang Halmahera Selatan dan Utara yang masih berada di bawah standar nasional” papar Herni.

Bidang kesehatan keluarga memiliki tugas pokok melayani Ibu, Anak dan gizi. “kesehatan keluarga berperan sangat penting untuk membentuk keluarga sehat. Program-program kita diharapkan dapat memberikan pemahaman atau edukasi bagi setiap keluarga yang selanjutnya bisa mengubah pola perilaku tidak sehat yang konon masih dijumpai di setiap keluarga.” Harap Herni.

Kasus kematian Ibu Hamil ini juga dipicu oleh lambatnya mengenal tanda bahaya, lambatnya Ibu Hamil mengambil keputusan serta lambatnya Ibu Hamil mendapat pelayanan.

Terkait dengan permasalahan tersebut menurut herni pihaknya tengah menggalakkan program P4K atau program perencanaan persalinan penangan komplikasi. “Kita saat ini tengah melaksanakan program P4K, sosialisasinya dalam bentuk penyebaran sticker ke setiap rumah sebagai upaya memberikan pemahaman atas pentingnya program tersebut kepada masyarakat.” Ungkapnya pada Media Rakyat.

Lanjut Herni lambatnya ibu hamil mengambil keputusan lebih dipicu oleh faktor ekonomi yakni ketiadaan biaya. Untuk mengatasi permasalahan ini Dinas Kesehatan Halbar memiliki program kemitraan antara bidan dan dukun. Sementara itu menurut Juhria, SKM yang juga kepala seksi kesehatan anak pada Dinkes Halbar perlu adanya kerjasama antara Dinkes dengan instansi lain seperti pendidikan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak termasuk organisasi PKK. Kerjasama ini bisa dalam bentuk sosialisasi dan edukasi tentang kesehatan yang sasarannya langsung ke masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen dan konsistensi Pemkab Halbar di bidang kesehatan saat ini tengah dibangun panti pemulihan gizi sebagai satu-satunya sentra kesehatan gizi yang ada di provinsi Maluku Utara. Dasar pikirnya dengan melihat pelayanan yang kurang intensif di Puskesmas dan rumah sakit. “Tenaga kesehatan yang diper kerjakan di Panti Pemulihan Gizi semuanya akan dilatih lebih awal. Dengan adanya sentra kesehatan ini prefalensi kasus gizi buruk bisa berkurang di Halbar.” Demikian Juhria pada Media Rakyat. >>Ateng

Related posts