Bengkulu Tengah, (MR)
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Bengkulu Tengah (Benteng), Yantje Yohanes, S.Ip mengajak masyarakat untuk menolak paham keras dan komunisme masuk ke wilayah Benteng. Tujuannya untuk menciptakan masyarakat Benteng yang kondusif dan mempertahankan Negara Kesatuan RI, terhindar dari pengaruh-pengaruh komunimes yang bisa gelapkan langkah.
Disampaikan Yantje, akan diperketat pengawasan masyarakat. Melalui tim bela negara, mengawasi dan mengatasi kelompok yang bermuatan komunisme yang menciderai masyar akat Benteng. “Bisa saja ada penyebaran berbentuk kata, kalimat spanduk, gambar, lambang atau baju. Pokoknya berhubungan dengan Komunisme dihapus, bersama satu kata tolak Komunisme,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi secara dini kelompok yang berbahaya itu, menurut Yentje telah diberikan himbauan kepada tim bela negara. Sekaligus beri pemahaman kepada perangkat desa, Kepala Desa, Sekdes dan tokoh masya rakat agar mengawasi orang baru masuk ke desa-desa. “Jangan terlalu gampang percaya dengan orang baru, karena bisa saja membawa petaka,” ujar Yantje.
Masih dijelaskan Yantje, sejauh ini Benteng dalam keadaan kondusif dan tidak ada paham yang berbahaya. Akan tetapi masyarakat tetap waspada, Benteng merupakan daerah penyanggah Provinsi dan menjadi daerah lintasan yang sangat rawan disinggahi kelompok Komunisme. “Terutama di desa-desa, kelompok yang berbahaya ini lebih mudah mengajak warga desa,” tegasnya.
Kemudian tambah Yantje, untuk menciptakan kenyamanan bukan sepenuhnya tanggungjawab Kesbangpol. Akan tetapi tanggungjawab bersama dan tidak akan bisa terwujud tanpa peranserta perangkat desa sebagai ujung tombak pemerintah di tingkat desa.
“Sekedar mengingatkan, semuanya kita wajib membantu dan menciptakan suasana nyaman di Benteng,” ujar Yantje. >>Dedi
