Gerakan Selokan Bersih (GSB) di Kota Kediri

suratKediri, (MR)
Berdasarkan surat edaran Walikota No. 660/411/419/49/2016 setiap 3 bulan sekali terhitung mulai Agustus minggu pertama 2015 kegiatan di awali. Kota Kediri sudah beberapa kali mendapatkan Piala Adipura dari Pemerintah namun setiap musim hujan masih saja terjadi banjir disebabkan terhambatnya saluran air, dan got – got oleh sampah juga tumpukan tanah.

Bergotong royong dengan masyarakat melaksanakan kebersihan serentak di 3 Kecamatan. Tanggapan yang bagus oleh masyarakat karena kesadaran kebersihan lingkungan ternyata kebutuhan.

Kepala Dinas DKP adalah Didik Catur. Tupaksi DKP membersihkan dan yang menjadi program abadi yaitu membersihkan saluran air. Kegiatan ini harus tetap melibatkan energy yang positif dari masyarakat agar terbiasa berperilaku hidup sehat. Yang berperan semua elemen masyarakat Kota Kediri dari Satker, perbankan, koramil, tokoh agama, tokoh pergerakan, LSM, Kepolisian, Kejaksaan, semua yang ada di Kota Kediri.

Ketika memantau di Kelurahan Balowerti Kec. Kota warga mengatakan “Bahwa RT saya sukarela kesadaran sendiri, untuk menyediakan konsumsi, makanan, dll disediakan oleh kas RT, dan selalu akan siap membantu. Agar saluran tidak mampet, Tidak meluap, selokan tidak tersumbat.”

Disisi lain dari DKP menyadari, kalau tingkat kesadaran masyarakat masih ada yang belum terbiasa. Untuk membongkar pemahaman ini perlu diberi pengertian persuasif sampai bisa timbul dari nuraninya sendiri.Karena masyarakat sekarang masih mementingkan sisi koperaktisan di banding sisi manfaatnya (Prakmatis).

Harapannnya, bersih ling kungan, bersih pertamanan, bersih selokan, bersih saluran, bersih jalan, bersih PKLnya, juga tidak akan pernah berhenti memberi contoh yang baik dengan berbagai macam strategi, pilihan, dan libatkan semua elemen Kota Kediri. >>Agus W

Related posts