Bolmut, (MR)
Pelayanan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KP2T) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dinila minim. Akibatnya, sejumlah pengusaha lokal Bolmut pertanyakan soal pelayanan prima yang diberikan KP2T terhadap masyarakat Bolmut.
Kepada Sejumlah awak media, salah satu kontraktor lokal Bolmut, Fahmi Alamri menyayangkan pelayanan KP2T kepada masyarakat. “Harusnya pelayanan kepada masyarakat lebih dimaksimalkan jangan dipersulit apalagi saat ini adalah musim tender sehingga ditakutkan, ada konspirasi antara KP2T bersama pihak terkait sehingga terkesan menjegal perusahan lain mengikuti tender proyek di Bolmut,” terang Alamri.
Ketua komis dua Rahman Dontili yang juga merupakan mitra kerja KP2T menyayangkan pelayanan minim oleh KP2T Bolmut. Menurutnya, hasil kunjungan dengan beberapa KP2T se-Sulut belum lama ini, menghasilkan soal pelayanan secara maksimal yang harus diterapkan oleh seluruh pelayanan perizinan di Sulut. “Mereka itu digaji untuk melayani jadi jangan meminta agar dilayani.
Kalau bisa izinnya dipermudah, mudahkanlah jangan mempersulit masyarakat yang membutuhkan pelayanan,” tutur Dontili.
KP2T Bolmut melalui Kepala Tata Usaha (KTU) Bolmut Sulatri Datukramat mengatakan pengurusan izin SITU SIUP harus melalui 16 tim tekhnis dari 16 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan setelah dilakukan peninjauan lapangan harus ada rekomendasi ke KP2T. “Memang personil KP2T sangat sedikit hingga berpengaruh pada pelayanan. Untuk melakukan kepengurusan perizinan harus melalui prosedur dan membutuhkan waktu yang lama,” ungkap Datukramat.
Sementara Kasie Perekonomian KP2T Bolmut Sumiati Tahumang mengatakan, pelayanan yang diberikan KP2T terhadap masyarakat sudah sangat maksimal hanya saja terjadi mis komunikasi antara KP2T bersama beberapa perusahan seperti Sinar Vatika yang membuat pengurusannya mengalami kendala.
“Sebelumnya kami sudah menghubungi direktur Sinar Vatika karena ada dokumennya yang salah namun tidak pernah diangkat teleponnya. Tiba-tiba saja dia datang dan marah-marah namun kami langsung memproses perizinannya,” singkat Tahumang. >>RHB
