Anggaran Tak Kunjung Cair MTQ Kabupaten Terancam Gagal?

Ketua DPRD Natuna bersama Ketua Komisi I DPRD Natuna bersama anggota dan Camat, melakukan konfrensi Pers terkait MTQNatuna, (MR)
Belum adanya kejelasan kapan anggaran MTQ Kabupaten Natuna dicairkan, membuat Camat Kalarik pusing tujuh keliling. Berbagai upaya pun telah dilakukan, namun sampai hari ini senin tanggal 14 maret, tidak sepeserpun dana mengalir untuk persiapan MTQ. Padahal berdasarkan SK Bupati, pelaksanaan MTQ Kabupaten di Kecamatan Bunguran Utara, tgl 25 April mendatang. Menurut Izhar, SK tanggal  pelaksanaan, baru  Dia terima tanggal 8 maret. Jika dihitung, waktunya tinggal sedikit lagi. Sementara berbagai persiapan harus Kita lakukan. Sebagai Tuan rumah Kami tidak ingin menjadi buah bibir, dimasyarakat. Namun apa nak dikata, sampai hari ini, sepeserpun belum terima dana.

Dengan demikian, timbul keraguan ditengah-tengah masyarakat, ada semacam emosi tidak percaya. Alasannya tak lain, karena sampai hari ini selain dana tak ada, Pihak Pemerintah Kabupaten Natuna, belum pernah turun kelapangan untuk melakukan survey ataupun sosialisasi ke masyarakat, terkait kegiatan MTQ. Selain itu, pembangunan Astaka,  MTQ,  masih utang. Meski sudah siap dibangun, astaka perlu  pembenahan, supaya rapi. Jalan menuju Astaka juga belum dibayar, kemudian pelebaran jalan Aburahman, itu juga masih utang. Persiapan yang sangat minim, ditambah lagi anggaran tak kunjung turun, merupakan hambatan bagi Kami selaku pelaksana, untuk melakukan kegiatan.

Kita sudah melakukan koordinasi kepada Pemerintah daerah, karena DPA belum juga dibagi, maka kegiatan MTQ belum bisa ditalangi. Sementara pihak ketiga, meminta jaminan dulu dari Pemerintah, kalau mau pakai Astaka harus di bayar dulu, kecuali ada hitam diatas putih ucap Izhar. Masalah ini sudah Kita lobi. Hari ini, Saya mendatangi Anggota Dewan untuk membicarakan persoalan ini, mana tau ada solusi.Kalau untuk kepanitiaan, SK sudah Saya siapkan, tinggal anggaran saja, jika sudah turun mereka langsung bergerak.

Selain masalah anggaran, soal air bersih juga jadi kendala. Sekarang lagi musim kemarau. Kebetulan, di daerah Kita sudah ada dibangun waduk, kemarin Kami cek airnya bersih, cukup untuk dipakai namun untuk wadah tempat dan mobil untuk angkut dari embung, jadi persoalan. Hari ini Kami dengan DPRD Natuna, telah bertemu dengan komandan AL dan meminta bantu. Beliau, memberi support lighting.

Semua biaya ditanggung pihak Danlanal Ranai. “Beliau tadi langsung memerintahkan DANPOS Pulau tiga untuk mengantar semua keperluan sampai tujua,” ucap  Raja Marzuni diamini beberapa anggota Dewan. Jadi untuk air tidak ada masalah, karena sudah ada 90 drum yang akan Kita siapkan. Jadi persoalan sekarang, semua kegiatan, harus dijalankan dulu baru dibayar, berbeda dari tahun sebelumnya, bentuk hibah. Aturan ini baru keluar dari Kemendagri. Listrik juga jadi kendala. Karena diklarik listrik hidup hanya 8 jam. Kemarin PLN ranting klarik sudah Saya surati, dan hari ini Saya tembuskan ke Cabang Ranai, meminta selama MTQ listrik hidup 24 jam, paparnya.

Ketua komisi I DPRD Natuna Raja Marzuni, mengatakan, kegiatan MTQ tidak bisa ditunda lagi. Seharusnya kegiatan ini dilaksanakan bulan 25 oktober tahun lalu. Tapi karena dana tidak ada makanya diundur. Kita akan minta kegiatan MTQ  dipreoritaskan. Sebagai wakil rakyat, membidangi masalah ini, pihaknya sudah melakukan kunjungan kerja kemarin. Guna memastikan apakah persiapan sudah matang atau tidak. Hari ini Kita rapat lagi dengan beberapa SKPD, agar kegiatan MTQ  sukses digelar. Dari hasil pantauan kemarin, ada 4 titik rawan kalau dilalui, hal ini sudah saya sampaikan kepada PU Natuna, dan beliau siap memperbaiki, sebelum -10 menjelang hari ha. Karena jika ini tidak diperbaiki, dikhawatirkan akan berakibat buruk. Untuk kegiatan ada 7 perlombaan, namun semua itu, menunggu pendaftar saja. Yang tidak kita pertandingkan hanya kompang, karena di Provinsi ditiadakan juga.

Jarmin Sidik, salah satu anggota komisi I, menilai Pemkab Natuna, telah memberikan beban berat kepada Camat Bunguran Utara. Ini sangat luar biasa, ucap politisi Partai Gerindra itu. Seperti yang tadi Kita dengar, banyak keluhan baik dari masyarakat, kontraktor, panitia pelaksana. Semua itu terbentur masalah dana, makanya pihaknya berencana memanggil Sekda bersama kepala BPKAD, kapan ini bisa direalisasikan, agar mereka dapat bekerja cepat, ucapnya.

Sementara itu Sekda Natuna Samsurizon ketika ditanya soal itu, mengaku bahwa DPA belum dibagikan, sehingga ada keterlambatan dalam pencairan. Sore ini rencananya akan Kita bagikan, ucap Samsurizon via SMS. >>Roy

Related posts