Cilacap, (MR)
Siang itu cuaca sedikit mendung. Anak -anak murid SD Sadabumi 02 sedang asik bermain karena pada saat itu sedang berlangsung jam istirahat. Suasana itu berlangsung cukup ramai karena memang murid SD tersebut terbilang banyak.
SD Sadabumi 02 terletak di Dusun Sadabumi, Desa Sadabumi, Kecamatan Majenang-Cilacap Jawa Tengah. Kondisi sekolahan tampak sangat bersih dan rapi. Di teras sekolah terlihat sejumlah Tropi yang dipasang dan ditempatkan sangat rapi dan menarik untuk dilihat, karena memang sekolahan tersebut sering mendapatkan prestasi.
Di balik kerapihan sekolah dan prestasinya, Sumardi.S.Pd sang Kepala Sekolah menuturkan kepada Media Rakyat pada hari Kamis ( 10/03/16 ), “Kami disini mengajar sejumlah 426 anak dimana tenaga disini sejumlah 19 guru ditambah 1 penjaga sedangkan jumlah ruangannya hanya 11, sehingga kami membagi 2 sesen yaitu pagi dan sore. Tenaga disini kebanyakan honorer hanya satu yang PNS ditambah saya.Kami sangat prihatin Pak, ” kata Sumardi kepada Media.
Hingga saat ini nasib guru honorer tidak jelas,jargon dari Bupati Cilacap Bangga Mbangun Desa juga terkesan hanya selogan biasa karena seolah menutup mata untuk yang satu ini.Karena dari 4 pilar salah satunya adalah Pendidikan. Sehingga menurut beliau program ini kurang berhasil.
Keinginan beberapa guru secara mayoritas adalah perhatiannya baik dari pemerintah daerah maupun pusat. Sehingga tenaga yang dapat mencetak kader terbaik bangsa itu dapat memperoleh perhatian yang serius. Pada situasi yang terjadi di SD.Sadabumi 02 adalah fakta yang menunjukan kurangnya perhatian dari pemerintah. Disana warga sangat antusias untuk menyekolahkan anaknya, sehingga muridnya sangat banyak namun jumlah ruangan tidak didukung sehingga mereka (para guru) sebenarnya ingin jam normal dalam mengajar jadi ada waktu untuk keluarga lebih banyak.
Untuk itu Sumardi sang Kepala Sekolah dimana beliau sudah 33 tahun lebih bergelut di dunia mengajar mengharapkan kepada Pemerintah untuk memperhatikan nasib guru honorer dan swasta serta meningkatkan kesejahteraannya dan statusnya diperjelas.
Sementara itu Pemerintah hingga saat ini masih mengkaji ulang dan memverifikasi atas pengangkatan yang melalui jalur K2, sehingga mereka yang sudah K2 dan belum diangkat, sangat kecewa. Dengan demikian nasib pendidikan akan dilematis.
Satu sisi pendidikan itu “soko guruning negoro” sisi lain tenaga pengajarnya tidak diiringi dengan perhatian pemerintahnya. >>Alek Tarkum
