Kayuagung, (MR)
Puluhan sopir Angkutan Desa (Angdes) yang setiap hari mangkal di Terminal Induk Kayuagung, membuat surat pernyataan Kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan, supaya dapat menertibkan taksi yang tidak mengikuti aturan dengan cara parkir di sembarang tempat dan mencari penumpang di seputar Pasar Pagi Kayuagung sehingga merugikan sopir Angdes yang Setiap hari mangkal dan mencari penumpang dengan cara mengikuti antrian. Hal ini di katakan, Kurni, salah seorang sopir Angkutan Tanjung Lubuk-Kayuagung yang setiap hari antri di Terminal Induk Kayuagung Kepada wartawan belum lama ini.
Lebih lanjut, Kurni, mengatakan akibat sopir taksi yang mencari penumpang dengan cara tidak masuk terminal dan tidak mengikuti aturan tersebut, telah merugikan kami para sopir taksi yang setiap hari mangkal Di Terminal Induk Kayuagung dengan cara mengikuti aturan dan menunggu penumpang dengan cara antrian dalam terminal, maka dengan ini mengharapkan kepada Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten OKI dan kepala Terminal Kayuagung supaya dapat menertibkan sopir taksi yang tidak mengikuti aturan tersebut, jangan sampai nantinya terjadi hal-hal yang tidak di inginkan karena kami merasa di rugikan, berdasarkan survey yang telah di lakukan taksi yang berkeliaran mencari penumpang di pinggir pasar Kayuagung lebih kurang 10 taksi.
Kurni menambahkan harapan para sopir angdes yang setiap hari mangkal di Terminal, supaya semua angdes, jurusan Kayuagung-Tanjung Lubuk, Kayuagung-Pedamaran, Kayuagung-SP Padang, supaya setiap hari bisah mengikuti antri di dalam Terminal Induk Kayuagung yang telah di bangun pemerintah yang harus di pungsikan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten OKI, Tohir yanto Ssos, Melalui Sekretaris Perhubungan Antonio Ramadona Ssos MM, saat di konfirmasi wartawan belum lama ini mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan menertibkan taksi yang tidak masuk dalam terminal, dan akan memanggil Kepala Terminal dan DALOPS, agar segera melaksanakan penertiban taksi atau angdes yang mencari penumpang di sembarang tempat dan tidak masuk terminal lagi, mengingat terminal bukanlah tempat untuk memungut retribusi semata, tetapi ketertiban kendaraan merupakan fungsi terminal itu sendiri, dengan masuknya semua taksi kedalam terminal, tidak ada yang merasa di rugikan lagi dan di seputar pasar akan terlihat rapi tidak ada lagi taksi yang mencari penumpang dengan cara parkir si sembarang tempat, untuk melakukan penertiban sopir taksi yang nakal ini juga tidak lepas dari Pengawasan Kepala Terminal dan DALOPS ujar Antonio.
Kepala Terminal Induk Kayuagung, Sopan Saat di konpirmasi wartawan mengatakan semenjak dirinya menjadi Kepala Terminal secara bertahap sudah melakukan perbaikan, dan kita terus berupaya melakukan penertipan terhadap sopir taksi yang parkir dan mencari penumpang di sembarang tempat, kedepan untuk lebih maksimal dalam melakukan penertiban dirinya akan koordinasi dengan DALOPS Dinas Perhubungan kabupaten OKI. >>lai/Ipan
