Kotabaru, (MR)
Tim Inspektorat Jenderal Kementan atau Inspektorat Provensi Kalimantan Selatan atau Inspektorat Kabupaten Kotabaru telah melakuan Evaluasi Peningkatan Produksi atau Produktivitas padi dan kedelai kekelompok petani bertempat di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Kotabaru (30/11/15).
Acara Evaluasi Peningkatan Produktivitas padi dan Kedelai di hadiri Oleh Tim Inspektorat Jenderal Kemetan, Inspektorat Provensi, Inspektorat Kabupaten, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Kelompok Tani Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan.
Sulkan,SH,MM, sebagai Pengendalian Teknis dari Tim Inspektorat Provensi Kalsel mengatakan, “acara ini adalah untuk melakukan evaluasi terhadap peningkatan produksi dan produktivitas padi dan kedelai dan tujuan kami mengevaluasi bahwa Inspektorat Provensi Kalimantan Selatan itu ada MoU dengan Inspektorat Jenderal Kementrian Pertanian, kami mengevaluasi ini adalah menggali data dan informasi langsung dari kelompok tani, untuk kami informasikan kepada Inspektorat Jenderal Departemen Pertanian.
“Kemudian mereka akan mengolah data-data dan Informasi ini untuk kebijakan di Kementrian Pertanian dalam rangka peningkatan produksi dan produktivitas padi dan kedelai dalam rangka sewasembada pangan seluruh Indonesia kedepan, kita tahu tekat Pemerintah untuk bersewa sembada pangan.
Kata Sulkan, “Dari Kementrian Pertanian akan ada kebijakan yang akan menguntungkan para kelompok petani dan yang sudah terbukti, kami sudah mengevaluasi sekarang ini adalah bantuan-bantuan di Tahun 2014-2015 ini misalnya Cetak sawah, buat Irigasi, bantuan Hentraktor, Bibit, Pupuk dan lain-lain, ini dananya dari pusat akan berlangsung terus dan akan di tingkatkan.
Lanjut Sulkan, “Kementrian melalui Inspektorat Jenderal Kementrian Pertanian memerlukan data Informasi dari bawah ini supaya dalam melaksanaan kebijakan tepat sasaran, harapan kita ke petani supaya bisa memampaatkan peluang-peluang dan bantuan ini, petani bisa bekerja keras, mengembangkan kelompoknya untuk bertani sebaik mungkin supaya produktivitas padi dan kedelai khususnya di Kabupaten Kotabaru lebih meningkat dan maju dari tahun ke tahun.
Ir.Hairuddin Kepala Dinas Pertanian mengatakan, “Para Petani itu posisi dalam pembangunan pertanian sama dengan bidang Dinas pertanian, tidak ada atasan dan bawahan, kita tidak bisa kerja walau pun hebat Kepala Dinasnya tanpa di dukung kepala bidang, kepala Seksi dan Setap kita, kita berharap acara Monitoring dari Inspektorat 1 (satu) tahun 3 kali, supaya kita ini lebih hati-hati dalam mengunakan bantuan dari Pemerintah jangan sampai kita membuat kesalahan dan sendiri menilainya, dengan adanya Inspektorat dan audit semoga para kelompok tani terbiasa ada acara ini.
“Mengenai UU Tahun 2014 Tentang Organisasi ke masyarakatan, termasuk kelompok tani di dalamnya hanya bisa menerima Hibah atau belanja bantuan sosial apa bila kelompok tani yang berbadan Hukum, dari Staf Ahli Bidang Pembangunan Ke Uangan Sekda tidak ada tawar menawar harus berbadan Hukum dan di pasilitasi oleh Ketahanan Pangan supaya pembangunan cepat berjalan, kalau kelompok sudah Legal sudah berbadan hukum dan NPWP itu malah bisa mendapatkan kegiatan pemboronga kah ada peluang besar dalam pembangunan pertanian jadi secepatnya para kelompok tani berbadan hukum.
Pa Latib Ketua Kelompok Tani Bersama Desa Salino Kecamatan Pulau Laut Tengah mengatakan, “kita sangat terkesan terhadap progaram Pemerintah betul-betul berkeinginan untuk meningkatkan Petani dengan progaram ini, kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah dan mudah-mudah seterusnya bantuan hibah itu bisa berlanjut baik itu sara dan pesarana, pembuatan irigasi, lantai jemur padi ,tempat penampungan hasil panen, alat prudusi Hentraktor dan bantuan bibit, pupuk itu lebih di utama kan oleh petani,” harapnya. >>Hasan
