Kepri, (MR)
Sebanyak 128 orang dari perwakilan provinsi, kabupaten/kota dan juga pelaku kesehatan di Kepri, mengikuti Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) 2015 Provinsi Kepulauan Riau. Acara Rakersda dibuka langsung oleh Pejabat Gubernur Provinsi Kepri Agung Mulyana ditandai dengan pemukulan gong. Acara Rakersda diadakan di Hotel Allium Jodoh Kota Batam, Minggu (11/10/2015).
Agung Mulyana menegaskan, Pembangunan sektor kesehatan terus dimaksimalkan, terlebih menyongsong diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akhir tahun ini. Diharapkan dengan memaksimalkan sektor kesehatan, masyarakat akan lebih siap menyambut dan menyongsong masyarakat ekonomi Asean. pentingnya pembangunan bidang kesehatan 2016 yang harus disusun secara cermat sebagai fondasi untuk menaruh arah kebijakan kesehatan yang tepat. Ini penting, sesuai Rencana Pembangunan Kesehatan Jangka Menengah Provinsi Kepri, pembangunan bidang kesehatan harus sesuai dengan arah kebijakan yang telah kita susun. Sehingga masyarakat kita di tahun 2016 nanti, bisa menikmati pelayanan kesehatan sesuai dengan yang seharusnya, jelas Agung.
Selain menyoroti persoalan pembangunan bidang kesehatan, Agung juga menekankan pentingnya peluang investasi dibidang alat kesehatan. Dan untuk peluang itu, Kepri memiliki nilai lebih, guna menunjang peluang investasi tersebut. Salah satunya ketersediaan listrik murah yang bisa kita berikan, Agung mencontohkan. Diakhir sambutannya, Agung juga menekankan pentingnya efisiensi dana BPJS Kesehatan agar dana yang tersedia bisa benar-benar termanfaatkan untuk membantu kesehatan masyarakat.
Direktur Jendral Bina Kefarmasiaan dan Alat Kesehatan Sekaligus Pembina Wilayah Kesehatan Wilayah Kepri Kementrian Kesehatan RI Maura Linda menjelaskan, pemilihan tema kali ini, seiring dengan dinamika kesehatan di tingkat regional Asean yang terus berkembang.
Bagi Provinsi Kepri, tema yang diambil sangat tepat karena daerah ini adalah wilayah yang berbatas dengan negara luar. Maura Linda juga menyo roti agar persoalan pelayanan kesehatan yang senantiasa diberikan, agar bisa terus ditingkatkan. Termasuk, terus meningkatkan sumber daya manusia di bidang kesehatan. Sehingga muaranya, persoalan kesehatan seperti Kepri yang wilayahnya merupakan lintas batas, pelayanan kesehatan bisa maksimal diberikan.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjejep Mulyana menjelaskan, Rakerkesda diharapkan bisa menjawab kompleksnya permasalahan kesehatan yang terus berkembang mengikuti perkembangan zaman. Saat ini memang permasalahan kesehatan terus berkembang dengan kompleks. Ini yang akan kita coba bahas dan cari solusi, guna mengatasi persoalan kesehatan tersebut, jelasnya. >>Doni
