Bengkulu, (MR)
Wagub Bengkulu, Sultan Bakhtiar Najamudin membuka Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Bengkulu di Kepahiang. Pembukaan Peda KTNA ini ditandai dengan pemukulan kentongan besar yang dilakukan bersama Bupati Kepahiang, Dr. Drs. H. Bando Amin C Kader, MM pukul 10.00 WIB.
Pembukaan Peda KTNA yang digelar 11β17 Mei 2015 itu dihadiri para bupati dan wabup. Diantaranya, Bupati Seluma Bundra Jaya, Bupati Bengkulu Selatan Reskan Effendi, Bupati Mukomuko Ichwan Yunus, Wabup Kaur Yulis Suti Sutri serta Wabup Rejang Lebong Syafewi MM.
Upacara pembukaan ini dimeriahkan tari massal yang digarap Guntur Cik Aman yang melibatkan 500 penari putra-putri. Peserta KTNA berasal dari Kepahiang, Rejang Lebong, Lebong, Benteng, Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, Mukomuko, Seluma, Bengkulu Selatan dan Kaur.
βPeda KTNA ke-15 tahun 2015 ini diikuti 5 ribu perserta. Kegiatannya terdiri dari 7 kelompok. Yakni, upacara pembukaan, kepemimpinan dan kemandirian kelompok tani nelayan, kemitrausahaan dan jaringan informasi agri bisnis, pengembangan teknologiΒ dan kualitas produksi agribisnis, pengembangan wirausaha petani nelayan dan kesadaran lingkungan. Sinkronisasi program pembangunan pertanian Provinsi Bengkulu dan kabupaten,ββ jelas Ketua KTNA Provinsi Bengkulu, Suryadi.
Suryadi juga berharap pemerintah kabupaten/kota dapat menyempurnakan dan meningkatkan program dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan. βSelain itu, dalam menghadapi tahun politik, kami mengimbau seluruh peserta Peda KTNA 2015 menggunakan kekuatan suara mayoritas untuk memilih calon pemimpin yang berpihak pada petani, nelayan dan petani hutan. Jika para petani dan nelayan memegang komitmen ini, maka Bengkulu akan mendapatkan pemimpin yang kita dambakan,β kata Suryadi.
Sedangkan Bupati Kepahiang, Dr. Drs. H. Bando Amin C Kader, MM selaku tuan rumah Peda KTNA 2015 menjelaskan beberapa program yang telah digulirkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satunya adalah pengembangan sengon.
βProgram sengon ini bukan hanya dapat membuat petani menjadi kaya. Tapi, pengembangan sengon merupakan program dunia. Dulu, energi listrik di Jepang itu menggunakan tenaga nuklir. Tapi, setelah instalasi nuklir di Fukusima rusak dihantam tsunami, Jepang kini menggalakkan energi listrik dari batu bara. Sebentar lagi batu bara akan habis. Kini, Jepang berusaha membuat bahan bakar briket dari kayu sengon sebagai sumber energi pembangkit listrik. Di sinilah keunggulan sengon,β beber Bando.
Wagub Bengkulu, Sultan Bakhtiar Najamudin mendukung sikap petani yang akan memilih pemimpin Bengkulu yang pro petani. βProgram peningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan itu nomor satu. Mayoritas masyarakat Bengkulu hidup sebagai petani dan nelayan. Jadi pilihlah pemimpin yang pro petani dan nelayan,β pesannya.
Wagub juga mengajak para kepala daerah untuk mendukungΒ program peningkatan produksi tanaman pangan. βApalagi saat ini teknologi pertanian sudah sangat mendukung,β jelasnya.
Usai pembukaan, Wagub bersama Bupati Kepahiang dan para bupati lainnya langsung meninjau arena pameran dan gelar teknologi pertanian di lokasi Peda KTNA 2015. Bando dan Sultan juga mencoba mengoperasikan traktor pemanen padi. Serta menikmati makanan non beras dan meninjau rumah petani mandiri yang di halamannya terdapat ternak sapi, kambing, ayam dan kelinci. Termasuk melihat instalagi biogas dan biorin dengan bahan baku kotoran dan air kencing sapi. >>Alpian/Parlin
