41,5 Juta Untuk Laskar Anak Pulau

Tanjungpinang,(MR)

“Laskar Anak Pulau” merupakan Film yang bertemakan tentang kehidupan sehari-hari anak melayu yang punya semangat gigih untuk bersekolah, merupakan film motivator yang telah mampu melahirkan bintang-bintang baru dari Provinsi Kepulauan Riau. Bahkan dari film perdana di tanah Melayu ini diproduksi dan diperankan oleh anak Melayu pula. Film ini mendapat perhatian besar dari para pejabat Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Ketika film perdana Laskar Anak Pulau diputar di Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tanjungpinang Sabtu (16/02) oleh Komunitas Film Batam (KFB) ini, para Kepala SKPD, Staf Ahli, yang hadir termasuk Kepala Bagian memberikan sumbangan hingga mencapai 41.500.000.

Menurut Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah tayangan film ini merupakan tayangan dengan harga tiket termahal. Bagaimana tidak termahal, para kepala SKPD rata-rata memberikan sumbangan kisaran 1,5 juta hingga 2 juta. Sumbangan bermula ketika dari KFB menyampaikan bahwa film tersebut juga akan diputar di Hotel Aston Tanjungpinang pada hari yang sama. Untuk para siswa dikenakan tiket masuk Rp.10.000,- per orang sedangkan umum Rp.15.000,- per orang.

A Hadi selaku ketua Dewan Pendidikan keberatan kalau film tersebut diputar ditempat tersebut dan pungut biaya karena akan menembah beban bagi siswa dan orang tua. Ia menyarankan diputar di Kantor Perpustakaan saja atau gedung Aisyah Sulaiman.

Lis langsung menanggapi usulan tersebut, bahkan penonton yang dihadiri Wakil Walikota Syahrul beserta istri, para kepala SKPD, Kepala Bagian, Kepala sub Bagian di lingkup Sekretariat, Camat, Lurah serta para kepala sekolah ini diminta Lis untuk menunjukkan loyalitasnya sambil bercanda dengan sistem lelang untuk menyumbang.

Ia tidak memberi patokan berapa besaran yang mau disumbangkan. Para Kepala SKPD spontan saja menyebutkan besar sumbangannya dan diikuti yang lainnya, sehingga dana terkumpul sebesar Rp.41.500.000,- dalam waktu yang singkat.

Dengan terkumpulnya dana ini Lis meminta agar anak sekolah bisa menonton gratis di beberapa tempat yang sudah ditunjuk dan diusulkan tadi. Ide Lis tersebut disambut tawa yang hadir dan sudah membuahkan hasil yang sangat baik, siswa bisa menonton tanpa biaya. >> Doni

Related posts