2016 Fokus Kurangi Kemiskinan dan Bangun Infrastruktur

Kayuagung, (MR)
Mengurangi angka kemiskinan dan mewujudkan pemerataan pembangunan antar wilayah menjadi agenda Musrenbang-RKPD Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan tahun 2016 yang dihelat di Gedung Kesenian Kayuagung, belum lama ini.

Persentase penduduk miskin di Kabupaten OKI masih di bawah provinsi dan mengalami penurun sebesar 0,35% dari 15,82 % pada tahun 2013 menjadi 15,47 persen tahun 2014. Meski demikian, angka atau jumlah kemiskinan di OKI masih berada di atas rata-rata provinsi, sebagaimana dijelaskan Kabid Sosial dan Budaya Bapppeda Sumsel, Ir Hendrian MP.

“Angka atau jumlah kemiskinan di OKI masih berada di atas rata-rata provinsi, namun persentanse di bawah provinsi. Tapi jumlah penduduk miskin di OKI sekitar 121 400an, Kabupaten OKI harus menurunkannya sekitar 26 ribu di tahun 2016 mendatang,” pungkasnya.

Wakil bupati OKI, H. M. Rifa’I, SE mengatakan pihaknya menyiapkan program strategis untuk Percepatan menekan angka kemiskinan melalui pengembangan ekonomi berupa  peningkatan ketahanan/kedaulatan pangan, pembangunan pertanian khususnya pembangunan jaringan irigasi, pengembangan perikanan, perkebunan dan peternakan, pengembangan industri kecil, UMKM, koperasi (1 desa 1 koperasi), serta pasar desa.

Pada kesempatan yang sama Kepala Bappeda OKI, Ma’ruf,  S. IP mengatakan pembangunan infrastruktur wilayah yang berkeadilan dan merata menjadi solusi untuk menekan dan mengurangi jumlah penduduk miskin.

Dicontohkan Makruf Dalam rangka mewujudkan Pembangunan OKI dari desa, pada tahun 2014 telah dibangun Jalan Poros desa sepanjang 124,85 Km, Jalan Kabupaten sepanjang 304,31 Km, Pembangunan Jaringan Listrik PLN sepanjang 35,76 Km, Air Bersih sebanyak 34 desa. Sedangkan Pada Tahun  2015 tambahnya akan dibangun Jalan Poros desa sepanjang 71,43 Km, Jalan Kabupaten sepanjang 433,84 Km, Pembangunan Jaringan Listrik PLN sepanjang 61,08 Km, Pembangunan Air Bersih sebanyak 37 desa. Untuk Ketahanan Pangan tambahnya telah dibangun Pengembangan Jaringan Irigasi sebanyak 75.000 ha di Kabupaten OKI.

Libatkan Dunia Usaha,

Ada yang berbeda pada pelaksanaan Musrenbang-RKPD di Kabupaten OKI, yakni dengan melibatkan dunia usaha yang tergabung dalam forum CSR PKBL. Dikatakan Ma’ruf kalangan dunia usaha diminta untuk berperan aktif dalam pembangunan di Kabupaten OKI.

“Setidaknya mereka membantu masyarakat disekitar lokasi usaha. melalui forum ini kita dorong dunia usaha untuk berperan aktif dalam pembangunan” pungkasnya.

Kepala Bappeda Provinsi Sumsel mengapresiasi keterlibatan dunia usaha dalam Musrenbang menurutnya ini sebuah terobosan.

“Ini yang pertama di Sumsel kalangan dunia usaha andil dalam Musrenbang setelah Muaraenim. Agar menjadi contoh untuk Kabupaten/kota lain” pungkas Hendrian. >>Ipan

Related posts