2014, Lebak Jadi Lumbung Kedelai

Lebak,(MR)
PEMERINTAH Kabupaten Lebak, Banten, menargetkan swasembada kedelai pada 2014 sehingga petani diharapkan terus mengembangkan budi daya tanaman bahan baku tempe dan tahu itu. “Sampai sekarang kami terus mengembangkan kedelai dan dipastikan dua tahun mendatang menjadi daerah sentra kedelai,” kata Kepala Seksi Padi dan Palawija Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Denny Iskandar di Rangkasbitung, Minggu (5/8).
Menurut dia pemerintah pusat, provinsi dan daerah cukup besar perhatian terhadap petani kedelai guna mendukung ketahanan pangan. Selama ini, kata dia, kedelai masih impor dari Amerika Serikat.  “Kami yakin petani Lebak ke depan bisa menjadikan daerah lumbung kedelai, karena potensi pengembangan cukup luas,” katanya.
Pemerintah pusat pada 2012 menyalurkan bantuan melalui program sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu (SLPTT) kedelai seluas 1.500 hektare. Bantuan ini diharapkan petani Lebak termotivasi pengembangan usaha kedelai.
Selama ini pengembangan kedelai relatif kecil dan kurang diminati petani dengan alasan tidak menguntungkan dibandingkan dengan padi sawah atau palawija.
Pemerintah pusat sejak 2010 hingga 2012 menyalurkan bantuan melalui program SLPTT kedelai sekitar 8.000 hektare. Saat ini petani Lebak hanya mampu produksi kedelai dengan rata-rata 1,2 ton per hektare dan target nasional 2,4 ton per hektare. >> Herianto

Related posts