Padang (MR)
Ketua DPR RI Marzuki Alie mengatakan alokasi anggaran pendidikan sebe-sar 20 persen yang terdapat pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) perlu diperjelas agar lebih tepat sasaran dan berman-faat. “Selama ini alokasi anggaran sebesar 20 persen pada APBN belum memiliki konsep yang jelas. Pada beberapa kementerian yang memiliki keterkaitan sama-sama mengalokasikan dana untuk pendidikan, katanya usai memberikan kuliah umum di IAIN Imam Bonjol.
Menurut dia, akhirnya hal itu menyebabkan visi pendidikan menjadi tidak jelas karena semua kementerian sama-sama mengalokasikan anggaran sesuai dengan konsep masing-masing. “Ini menyebabkan uang yang telah dialokasikan nilainya besar, tapi dampaknya tidak dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” lanjut politisi Partai Demokrat itu
Dikatakannya, ke depan harus dilakukan penyamaan persepsi dan visi masing-masing kementerian dalam mengalokasikan anggaran dimotori Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar konsep pendidikan yang hendak diwujudkan memiliki tujuan yang sama. Selain itu, mengingat alokasi anggaran pendidikan yang cukup besar diperlukan upaya untuk terus mengawalnya agar dalam pelaksanaan tidak terjadi penyelewengan.
Menurut dia saat ini masih banyak fasilitas pendidikan yang kondisinya tidak memadai dan perlu segera diperbaiki. Namun secara teknis semua itu merupakan tanggung jawab eksekutif dan DPR hanya menyarankan serta mengalokasikan anggaran, kata dia.
DPR juga konsisten untuk mengawal anggaran yang telah dialokasikan agar dalam pelaksanaan tepat sasaran dan efektif serta mencegah peluang terjadinya korupsi, lanjut dia. Ia mengakui saat ini korupsi tidak hanya terjadi di kalangan eksekutif namun telah merambah seluruh lini baik legislatif maupun yudikatif. >>Marqian
