Kediri, (MR) – Pembawa perubahan kemajuan pendidikan lebih baik adalah ungkapan yang cocok untuk menggambarkan kegigihan seorang Sunaryo (Kepala sekolah) SMPN 2 Purwoasri yang berada di wilayah Purwoasri, Kabupaten Kediri. Saat ini telah berhasil memotivasi peserta didiknya, Guru, Staf, dan karyawan untuk peduli bisa terlibat aktif dalam proses peningkatan kualitas pendidikan ,yang pada akhirnya bisa mengantarkan SMPN 2 Purwoasri menjadi lembaga yang berkualitas dari sebelumnya.
SMPN 2 Purwoasri, berhasil membawa perubahan, Dewan Guru konsisten menerapkan pembelajaran aktif, siswa difasilitasi belajar menggunakan kemampuan berpikir, dan kegiatan membaca. Orangtua juga terlibat aktif dalam mendukung sekolah. Ini beberapa insiatif yang dilakukan KS dalam memimpin perubahan, sekaligus membawa konsistensi pembelajaran disekolah mampu membuat siswa terlibat aktif.
Itu semua karena keikhlasan dalam menjalankan tugas, serta rasa percaya kepada dewan guru, dan focus kepada apa yang menjadi tanggungjawab sebagai Leader. Dengan tetap kuat bertugas adalah kunci sukses Beliau dalam menjalani roda pendidikan.
“Sebenarnya menjadi kepala sekolah tentu menjadi pelayan pendidikan yang diberi mandat untuk melayani masyarakat langsung (bawah). Sehingga Kami harus memiliki hati yang kuat,dan berwawasan. Karena hanya dengan kondisi seperti itu, maka timbul keikhlasan didalam menjalankan tugas yang bertanggungjawab,” ungkap Sunaryo.
“Namun demikian, untuk melakukan perubahan memerlukan pertimbangan dan cara yang tepat, karena cara yang tidak tepat, bisa menjadi sebuah masalah besar baik bagi kami sendiri, guru, staf, dinas pendidikan dan masyarakat luas, Kami punya peran strategis untuk membuat perubahan di sekolah, dan dituntut memiliki alternatif solusi yang tepat untuk memperbaiki kondisi SMPN 2 Purwoasri. Bantuan DAK sangat berarti bagi pengembangan potensi anak-anak Purwoasri yang ternyata begitu gigih untuk maju. Artinya ada titik temu yang positif antara SDM yang memiliki keinginan untuk maju dengan adanya bantuan ini,” kata bapak yang mendekati masa penciun ini.
Berikut sepintas perjalanan beliau, mengawali tugasnya sebagai KS di tahun silam ditugaskan di SMPN Plosoklaten, lanjut di SMPN Kunjang 2, hingga sekarang di SMPN 2 Purwoasri. Disaat awal tugas langsung dihadapkan dengan berbagai tantangan dan permasalahan warisan era Kepala sebelumnya waktu itu, yaitu kondisi ,dan penataan ruang yang belum bagus, serta kondisi sekolah yang masih minim mutu, dan kualitas dalam hal pelayanan pendidikan dan pengadministrasian sekolah, juga faktor-faktor pendukung yang belum bagus. Kondisi tersebut tidak lantas membuat Sunaryo patah semangat. Justru sebaliknya, Beliau focus untuk mencari solusi ditengah berbagai keterbatasan tersebut.
Begitu juga SMPN 2 Purwoasri, nyatanya dengan lingkungan terkenal saat itu dengan zona keras, tapi sekarang suasana lingkungan yang baik, sudah merasakan hasilnya ,yaitu ruang kelas dan lainnya sekarang sudah layak, memadai, dan bersih.
Kemudian mengenai sumber dana untuk pembangunan, Beliau menjelaskan lagi,” kegiatan perbaikan ruang kelas dilakukan secara swakelola yaitu pemberdayaan Warga sekitar, dengan P2S, Komite selalu koordinasi duduk bersama. Semoga anggaran yang bersumber APBN/APBD ini hingga akhir 2019 nanti bisa selesai memuaskan.” (Ags)
