Tangerang, MR – Sebagai pimpinan yang ada di ranah pendidikan tentunya harus mempunyai etika dalam menerima wartawan, karena salah satu tugas media massa adalah alat kontrol bagi pemerintah dalam setiap pembuatan kebijakan.
Wartawan baru-baru ini mengunjungi SMK Negeri 4 Kota Tangerang.yang pimpin oleh kepala sekolah H. Dedi R saat ketemu di ruangannya kepala sekolah yang enggan ngobrol dengan wartawan, Ia mengatakan, “kemarinkan sudah kesini,” ujarnya.
“Ia pak kami mau ajukan proposal kemarin kan bapak langsung pergi,” imbuh Wartawan.
Dedi mengatakan, “silahkan ke staf saya aja sambil meninggalkan kami. Setelah proposal kami ajukan menurut staf mengatakan, “maaf pak saya belum ada arahan dari kepala sekolah,” tegas staf SMKN 4.
Akhirnya kami tinggal pergi, mungkin patut diduga banyak permasalahan yang Ia pimpin di saat menjabat di SMKN 2, sehingga beliau enggan bersentuhan maupun audensi dengan media. Yang kita tau disaat Ia baru menjabat Kepsek di SMKN 2 sangat ramah, entah apa setelah menjabat di SMKN 4 begitu arogan dan selalu menghindar, seolah-olah wartawan bisa di ukur dengan uang.
Pemerhati pendidikan gerakan pemuda peduli Bangsa (GP2B ) Umar Atmaja mengatakan, “sebagai pemimpin seharusnya bisa menjaga marwah pendidikan serta dapat menghormati adat istiadat setempat, karena walau bagaimana pun pimpinan pendidikan adalah pelayan masyarakat, ingat salah satu tugas pers merupakan kontrol, tanpa adanya media pendidikan kota Tangerang bisa bobrok, ingat kepala sekolah tidak harus mengedepankan kepentingan pribadi atau kelompok, karena pelayan masyarakat harus di terima apalagi insan jurnalis,” tegas Umar Atmaja. (Handri M)
