Akhir-akhir ini, sejumlah masyarakat Sp Tanjung –Tg Datok mempertanyakan pembangunan peningkatan jalan dikerjakan PT Nusantara Agung Pratama tak kunjung selesai.Pada hal masyarakat sangat mendambakan peningkatan kapasitas jalan cepat selesai. Alasannya, sudah sekian puluh tahun jalan ini dibuat, belum pernah dilakukan perbaikan. Jika berharap dari APBD Natuna, sampai kapan masyarakat dapat menikmatinya.
Saat hampir seluruh jalan menuju kelaga, sudah rusak, kata Adi salah satu warga kelanga.Ia juga sangat menyayangkan kinerja kontraktor, karena lambat menyelesaikan pekerjaan. Jalan ini merupakan jalan poros ke Ibu kota ,seharusnya cepat diselesaikan.Kemarin sudah dikerjakan, entah kenapa berhenti. Adi juga meminta agar pihak-pihak terkait dalam proyek, dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, jangan hanya mau proyeknya saja, sudah dapat malah tak dikerjakan.
Hal senada juga dikatakan ibu Aminah. Ia mengatakan, hampir setiap hari Dirinya melewati jalan itu, hampir setiap hari pula kita makan debu.Seandainya jalan ini cepat di aspal ? tentu semuanya akan –lancar. Untuk itu Dia berharap pihak kontraktor jangan berleha-leha dalam menyelesaikan tugas.
Sementara itu, salah seorang petugas lapangan saat dikomfirmasi melalui telepon selulernya, mengatakan, jika proyek peningkatan kapasitas jalan Sp Tanjung-Tg Datok,masa kerja sudah habis, kendati demikian sudah di lakukan penambahan waktu kerja, bulan September ini harus selesai. Jika mau lebih jelas Tanya saja sama PPTK sarannya.
Tempat terpisah, Ketua LSM Gebuki kota Tanjung Pinang (Gerakan Berantas Korupsi)Kuncus Simatupang, saat dimintai komentarnya seputar pelaksanaan proyek peningkatan jalan di Kabupaten Natuna, mengatakan Proyek peningkatan jalan SP Tanjung dan Tg Datok, seharusnya sudah selesai dikerjakan, jika pihak rekanan langsung mengerjakannya.
Jika SPK (Surat Perintah Kerja) sudah dikeluarkan ? pihak rekanan sudah bisa mengerjakannya. Tapi fakta dilapangan ,Barulah awal juli kemarin mulai dikerjakan.Wajar saja pelaksanaannya telat. Kuncus juga mengatakan,tidak ada alasan Satker SNVT Provinsi untuk melakukan penambahan waktu. Sebab keterlambatan pekerjaan bukan karena factor alam, tapi karena pihak rekanan tidak langsung mengerjakannya. Hal ini akan segera kita laporkan kepada kajati, ungkap Kuncus.”Tidak ada alasan, untuk melakukan penambahan waktu kerja”, tegasnya.
Hasil penelusuran dilapangan membenarkan, proyek peningkatan jalan SP tanjung – Tg datok senilai 2,8 Milyar ,panjang 1 km ,masih sebatas pengerasan. Salah seorang pekerja pembuat saluran parit mengatakan , pengawas lagi tak ada ditempat Pak,mungkin lagi mengawasi di tempat lain, Kami hanya membuat saluran parit saja.Kalau mau nanya kapan-kapan saja bapak datang pintanya.
Hingga berita ini diturunkan, baik PPTK, maupun kontraktor pelaksana belum dapat dihubungi seputar keterlambatan proyek.(Roy)

