Pembangunan Rumah Relokasi Korban Bencana Tanah Longsor Desa Ujung Barang

Cilacap, (MR)
Pembangunan rumah relokasi bagi korban bencana tanah longsor Desa Ujungbarang, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap-Jawa Tengah telah dimulai. Berdasarkan pantauan Media Rakyat pada hari Selasa,16 Juni 2015 pembangunan rumah relokasi bencana tersebut sudah mencapai angka tiga puluh persennya. Diharapkan pemban gunan tersebut selesai selesai sebelum Lebaran tahun ini.

Menurut Tarkono Kepala Desa Ujung Barang (16/6/15) mengatakan kepada Media Rakyat “Bahwa usulan kami saat itu terkait pembangunan rumah relokasi dananya minta langsung disalurkan kepada masing-masing keluarga korban dan jangan dikont raktualkan dan Alhamdulilah usulan kami ini direalisasikan oleh pihak BNPB.Dan lewat BPBD Kabupaten Cilacap pembangunan rumah relokasi tersebut diterimakan langsung kepada masing-masing keluarga korban dengan dana sebesar Rp.20.000.000 dan pembang unan rumah ini diseragamkan yaitu berukuran 5 kali 4 meter persegi.” Selanjutnya menurut beliau setelah rumah relokasi ini selesai beliau Kepala Desa mengatakan bahwa beliau masih memerlukan bantuan sarana air bersih, jaringan listrik dan peningkatan sarana jalan menuju rumah lokasi. Saat ini sarana jalan yang menuju rumah relokasi selain turun juga sangat licin bila hujan tiba.

Namun proposalnya sudah beliau ajukan kepada masing-masing Dinas terkait.Dan rencananya menurut beliau area rumah relokasi ini akan dijadikan satu RT kawasan Dusun Cipancur Desa Ujung Barang. Adapun pembangunan 55 unit rumah relokasi korban bencana ini menurutnya dipastikan sebelum Lebaran sudah selesai.

Adapun tanggapan warga korban bencana penerima bantuan rumah relokasi seperti Carto misalnya mengatakan bahwa dulunya beliau tinggal di RT 01 pekerjaan beliau sehari-hari buruh dan ternak kambing sangat senang dan gembira mendapat bantuan rumah relokasi ini walaupun masih sederhana namun beliau tidak mengura ngi terima kasihnya kepada Pak Kuwu atau Kepala Desa yang telah memper juangkan beliau selama beberapa tahun dimana beliau selama itu tinggal di pengungsian.

Selain Carto tanggapan yang sama disampaikan dari keluarga penerima bantuan yang lain seperti Darto (55), Parman (39), dan Asep (42).

Selanjutnya mereka mengucapkan terima kasih juga kepada Bupati Cilacap, Camat Majenang dan kepada pihak BPBD Kabupaten Cilacap yang telah meneruskan usulan mereka kepada BNPB di Jakarta. Terkait lahan yang dipakai buat rumah relokasi yang luasnya kurang lebih 2 hektar itu saat ini proses tukar gulingnya menurut Tarkono sudah mencapai angka 80 persenan namun ijin dari Kementrian sudah keluar.

Dan karena ini adalah lahan yang digunakan adalah lahan tukar guling maka nanti masing-masing keluarga akan mendapat kepemilikan tanah berupa sertifikat.

Namun karena hal itu adalah program jangka panjang maka menurut beliau sekarang konsen terlebih dahulu pada penataan kawasan dan perhatian pada saran yang lain yang kebutuh annya sangat urgen. Selain itu beliaupun mengharap bantuan yang berbentuk pemberdayaan pasca relokasi dan beliau mengusulkan bantuan ternak kambing agar nantinya mereka ada kegiatan usaha. >>Alek Tarkum

Related posts