DR. A. Rachman Sulaiman, SH.,MH Figur Pemimpin Perubahan Untuk Kota Ternate

Ternate, (MR)
Nama A. Rachman Sulaiman atau lebih lengkapnya Dr. H.A. Rachman Sulaiman, SH. MH untuk saat ini atau di saat-saat menjelang pemilihan Walikota (Pilwako) Ternate kedengarannya semakin gencar disebut-sebut sebagai salah satu rival terberatnya Dr. Hi. Burhan Abdurrahman, MM yang juga Walikota Ternate.

Pria kelahiran Ternate, 27 Agustus 1951 ini berkeinginan kuat mencalonkan dirinya sebagai kandidat walikota Ternate untuk periodesasi 2015-2020. Sekalipun sosok yang satu ini lebih menghabiskan waktunya di luar daerah yakni Kota Malang Jawa Timur, dengan menjalani profesi sebagai Lawyer alias pengacara, ia punya komitmen kuat untuk melakukan perubahan untuk Kota Ternate. “Ngongano Ternate majang” adalah tanggung jawab setiap orang termasuk dirinya yang nota benenya adalah putra asli Ternate. Sekalipun melalui jalur independen (Non Partai), Rachman bertekad bisa mengawal aspirasi dan membawa aspirasi dan amanah masyarakat Kota Ternate.

Apa saja yang menjadi dasar pikir bagi lelaki yang sempat mengenyam pendidikan dari S1 hingga program doktornya di Kota Malang, sebagai satu-satunya Kota Pendidikan selain Jogya.

Kepada MR. Rachman menuturkan ada 3 prinsip yang mendasari lahirnya otonomisasi daerah (Otoda). Pertama Otoda dimaksudkan untuk mendekatkan pusat pemerintahan, memberikan keluwesan kepada Pemda untuk memanfaatkan potensi SDM untuk kesejahteraan masyarakat dan yang ketiga memberdayakan partisipasi masyarakat. Dalam implementasinya, hampir setiap kepala daerah belum berhasil mengejawantahkan hakekat Otda terutama pada aspek kedua yang berkaitan dengan pemanfaatan potensi SDM untuk kesejahteraan masyarakat.

Dalam konteks pembangunan Ternate, menurut Rachman masih terdapat berbagai permasalahan yang butuh penanganan bijak dari pemerintah kota. Ia mencontohkan pada aspek penataan ruang, Ternate yang tergolong kota kecil dengan tingkat mobilitas manusia, barang dan jasa yang tinggi, maka sangat dibutuhkan pengaturan sistem transportasi darat sehingga tidak berdampak kemacetan apalagi volume jumlah kendaraan yang semakin tinggi.

Menurut Rachman ada 4 pilar atau program utama yang akan direalisasikan apabila Ia terpilih sebagai Walikota Ternate. Program tersebut meliputi pendidikan, perdagangan, kesehatan dan pariwisata. Lanjut Rachman 4 pilar tersebut memiliki relevansi historis dan kondisi realitas kontemporer khususnya yang ada di Kota Ternate. Program pendidikan sangat menunjukkan untuk mengadakan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik untuk masyarakat Kota Ternate yang meliputi peningkatan kualitas pendidikan formal dari SD sampai Perguruan Tinggi, keterampilan kognitif sebagai syarat menuju ke dunia kerja.

Di bidang perdagangan Kota Ternate yang berdiri sejak abad pertengahan di samping menjadi Kota Tertua di dunia, ia dikenal sebagai Kota Perdagangan. Pada abad – 15, Ternate menjadi kota perdagangan internasional sehingga para pedagang yang datang tidak hanya dari nusantara tetapi juga mancanegara.

Program kesehatan dimaksudkan sebagai program pemeliharaan kesehatan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup kesehatan masyarakat Kota Ternate. Ini akan dilakukan secara terintegrasi dan terkoordinasi.

Sementara di bidang pariwisata, sebagai Kota Terntua di dunia, Ternate bisa dijadikan icon untuk wisata kota internasional, hal ini bisa dicontohkan dari kota-kota di Eropa yang memiliki aspek historis tersendiri. >>Ateng-Saleh

Related posts