Ciamis, (MR)
Pemberdaya an masyarakat dewasa ini sedang di kembangkan oleh Pemerintah baik pusat dan juga daerah demi menunjang penghasilan tetap ataupun penghasilan tambahan agar mencapai masyarakat yang sejahtera hususnya di pedesaan, program tersebut saat ini sedang di jalankan oleh Desa Gegempalan melalui pertanian yang di tanam di polibag dengan memanfatkan lahan pekarangan rumah juga samping jalan dengen benih cabe rawit sebanyak dua belas ribu benih dan yang sudah tertanam mencapai dua ribu pohon cabe rawit kemudian padi sebanyak dua ratus polibag.
Lili abdulah selaku PJS Kepala Desa mengatakan programnya ini bekerja sama dengan KTNA sebagai narasumber penyuluhannya, program tersebut dijalankan oleh kelompok yang mencapai dua puluh enam Kepala Keluarga dengan menggunakan lahan pekarangan warga yang dibuat taraf dari bambu untuk menghemat lahan agar dapat menanam dalam jumlah yang lebih banyak dan pupuk menggunakan limbah kotoran sapi serta limbah dapur dengan membuat molase (bahan biang pupuk organik). Lili Abdulah menambahkan kegiatan ini sementara di danai dari uang pribadinya demi kemajuan masyarakat desa Gegempalan yang baru berjalan selama beberapa minggu ini dan mengatakan pula bahwa benih yang tidak tertanam dapat dijual ke masyarakat desa lain namun untuk warga desanya akan diberikan ke kelompok yang akan turut bergabung dengan programnya ini.
Dalam hal ini tujuannya adalah untuk memberdayakan masayarakat Desa tersebut agar lebih kreatif serta berinofasi dalam merawat benih-benih tersebut terutama dalam membuat pupuk organik serta cara penanggulangan hama tidak menggunakan pestisida namun menggunakan ramuan-ramuan alami dan memanfaatkan tanaman yang ada disekitarnya (kearifan lokal ), dan sedikit demi sedikit kelompok tersebut mulai menanam beberapa jenis sayur-sayuran seperti bawang, tomat, terung serta beberapa jenis tanaman sayur yang sering dimanfaatkan warga setempat, dengan begitu jikalau nantinya sudah mulai berbuah atau sudah dapat di panen Lili menyebutkan langkahnya ini minimal dapat menekan pembelanjaan ke warung dan sekaluigus dapat meminimalisir pengeluaran keluarga.
Kemudian Lili melanjutkan bahwa kelompok tersebut juga membuat beberapa jenis anyaman seperti piring dari anyaman lidi dan tempat buah-buahan dari anyaman bambu yang memang semua bahannya cukup melimpah di lingkungan desanya, Lili berharap bahwa program tersebut kedepan akan menarik warga lainnya untuk bergabung dengan kelompok yang ada dan menarik kelompok baru agar lebih banyak hasil panennya serta dapat menarik investor dari luar daerah dan semuanya ini akhirnya akan bermuara pada pertumbuhan ekonomi mikro bagi masyarakat di pedesaan, ungkapnya. >>Fathul M
