Bengkulu, (MR)
Peredaran Narkoba jenis sabu sudah merambah berbagai profesi. Selain kalangan mahasiswa, peredaran sabu juga ternyata juga masuk kalangan profesi dokter. Terbukti, salah seorang dokter Puskesmas Sambirejo, Kecamatan Selupu Rejang, KA (44), dibekuk usai melakukan transaksi sabu. Dari tangan warga Jalan Batu Galing Kelurahan Air Bang, Kecamatan Curup itu, polisi menemukan 0,5 gram sabu.
“Saat kami ringkus itu, tersangka baru saja melakukan transaksi. Tersangka (KA, red) mendapatkan serbuk haram itu dari bandar yang masih kami buru keberadaannya. Identitas bandar asal Kecamatan Binduriang itu sudah kami kantongi,’’ tegas Kapolres Rejang Lebong (RL), AKBP. Dirmanto, SH, S.IK melalui Kabag Ops. Kompol. Rusdi, SH didampingi Kasat Narkoba, Iptu. Ardiansyah kepada.
Lebih lanjut Rusdi mengatakan, sabu itu ditemukan di dashboard motor Yamaha Mio nopol BD 4165 GC yang dikendarai KA, dokter yang berstatus PNS RL itu. Keberhasilan anggotanya meringkus KA itu tidak lepas dari informasi warga.
Berbekal informasi itu, polisi langsung melakukan pengintaian. Namun saat polisi tiba, transaksi sudah selesai dan polisi langsung menyusul KA yang akhirnya tertangkap di Kelurahan Pasar Baru saat bermaksud pulang ke rumahnya.
“Awalnya tersangka membantah memiliki sabu. Namun saat dilakukan penggeledahan, tersangka tidak bisa lagi mengelak begitu anggota kami menemukan sabu di motor korban. Pengakuan tersangka sabu itu dibelinya seharga Rp 1,3 juta. Tersangka juga mengaku kalau dirinya hanya sebatas pemakai yang baru kecanduan sejak dua bulan belakangan,’’ terang Rusdi.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan pendalaman guna memastikan keterlibatan KA sebagai pengedar atau hanya sebatas pemakai. Termasuk mendalami siapa saja pemasok sabu kepada KA. ‘’Saya baru sekali ini transaksi langsung. Kalau selama ini melalui perantara. Saya juga tidak pernah menjualnya lagi. Hanya untuk konsumsi sendiri,’’ pengakuan KA saat dikonfirmasi di sela pemeriksaan.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) RL, Ahmad Juli, S.KM mengaku belum tahu perihal penangkapan KA oleh Sat Narkoba Polres RL. Namun jika itu benar, ia mengaku kecewa. ‘’Mestinya seorang dokter itu menjadi tauladan bagi masyarakat. Bukan justru membuat malu profesinya. Nanti kami cek dulu ke Polres RL,’’ tandas Juli. >>Alpian/Parlin
