Masyarakat Tuntut Pelayanan PDAM Prabumulih

Masih Lemah dan Kurang Tanggap Atasi Krisis Air Bersih

 

Prabumulih,(MR)

Polemik krisis air bersih yang terjadi selama musim kemarau, mulai berimbas kepada perusahaan daerah air minum (PDAM) milik Kota Prabumulih. Selain dituding lemah dalam pelayanan, salah satu perusahaan milik daaerah ini juga dinilai kurang tanggap mengatasi krisis air bersih yang terjadi di tengah masya-rakat.

Penilaian secara kompre-hensif ini terungkap, saat pulu-han masyarakat terdiri dari tokoh masyarakat dan tokoh pemuda mendatangi Kantor Pusat PDAM Tirta Prabujaya (Prabumulih), di Jalan Sungai Medang, Kecamatan Cambai, Kamis (8/9) pagi.

“Kami minta pihak PDAM segera dapat memak-simalkan pelayanan, agar krisis air bersih ini kedepan tidak terjadi lagi,” buka salah seorang perwakilan masya-rakat, ketika kunjungannya diterima langsung Direktur PDAM Tirta Prabujaya, Iskan-dar, diruangan kerjanya.

Selain mendesak PDAM Tirta Prabujaya itu agar mam-pu meningkatkan pelayanan air bersih, aksi masyarakat yang mereka sebut sebagai aksi moral dan dukungan kepada PDAM milik Kota Prabumulih itu juga memrotes system pendistribusian air bersih ke rumah pelanggan yang menggunakan system bergilir.

“Dua hal yang ingin kami bahas dalam kesempatan ini, yakni komplain masyarakat terhadap pendistribusian air bersih ke rumah pelanggan dan pengoperasian Water Plan dan Intake di wilayah sungai me-dang dan daerah tanjung da-lam,” papar koordinator aksi, Nope Amin tersebut.

Sementara menanggapi tuntutan aksi masyarakat terse-but, Direktur PDAM Prabu-mulih, Iskandar, berjanji akan memaksimalkan pelayanan air bersih kepada seluruh masya-rakat Kota Prabumulih. Meski belum sepenuhnya itu bisa dilakukan, tapi dia berusaha memaksimalkan peralatan yang sudah dimiliki PDAM Prabumulih, diantaranya jari-ngan pipa induk dan pemba-ngunan Intake yang saat ini masih dikerjakan.

“Pihak kita juga sedang berusaha memercepat perenca-naan pembangunan Booster di salah satu kecamatan, ya kita mohon doa dari masyarakatlah supaya semuanya tercapai,” imbuh pria yang pernah mengabdi sebagai karyawan PDAM Prabumulih dari tahun 1989 – 1995 ini.

Kemampuan pendistribu-sian debit air hanya sekitar 32 liter /detik selama ini diang-gapnya juga tidak akan mampu memenuhi kebutuhan air ber-sih seluruh masyarakat Kota Prabumulih. “Rata-ata mesti-nya 60 liter /detik, baru bisa normal itupun hanya cukup untuk melayani kebutuhan air bersih bagi jumlah pelanggan yang ada sekarang ini,” jelas Iskandar.

Disamping itu, Iskandar menyebut persoalan lain yang menjadi kendala terhambatnya pembangunan dan peningka-tan pelayanan air bersih bagi masyarakat/pelanggan sampai saat ini, yakni masih besarnya biaya produksi dan jumlah hutang PDAM dibandingkan pendapatan (laba, red).

“Bagaimana tidak, dengan tarif masih Rp 1200 per kubik, dinilai sangat jauh dari kela-yakan dan termasuk tarif ter-murah. Sehingga tidak akan mungkin mampu menutupi biaya produksi dan pening-katan pelayanan kedepan. PDAM di Kabupaten Muara Enim ini saja sekarang ini sudah menggunakan tarif Rp 6.450 per kubik,” tambah direktur PDAM Prabu-mulih yang baru beberapa bulan dilantik, menggantikan direk-tur lama, Ir Dullah Rianto yang telah pensiun, sambil mencon-tohkan. (alex/tim)

Related posts