Nganjuk, (MR)
Itulah slogan yang bekali-kali Gus Ipul (Syaifullah Yusuf) ucapkan ketika memberikan pengarahan kepada para siswa-siswi setelah mengikuti Sholat Dhuha Bersama Pimpinan Daerah. Sholat Dhuha dipimpin oleh KH Abdul Wachid Badrus MpdI yang juga Wakil Bupati Nganjuk dan Ketua BNK Nganjuk.
Sholat Dhuha yang digelar di Pendopo Kabupaten Ngan-juk diikuti oleh sekitar 4.000 peserta dari pelajar SMA, SMK dan MA se Kabupaten Ngan-juk pada Sabtu pekan lalu. Sholat dimulai pada pukul 09.00 WIB. Pada barisan terdepan selain Wakil Gubernur Jawa Timur tampak Bupati Nganjuk Drs H. Taufiqurrahman, Plt Sekretaris Daerah Subiyantoro, SH, MM dan beberapa pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk mengikuti sholat dengan khusyu’.
Usai sholat, Gus Wachid memimpin doa seraya memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar para generasi muda Nganjuk dan Jawa Timur dijauhkan dari narkoba sehing-ga benar-benar menjadi genera-si penerus bangsa yang cerdas dan berakhakul karimah. Acara dilanjutkan dengan pengarahan dari Gus Ipul mengenai bahaya narkoba bagi generasi muda.
Dalam keterangannya Gus Ipul menjelaskan bahwa angka pengguna narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) di wilayah Jatim setiap tahun jumlahnya terus meningkat. Sehingga Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jatim bekerja-sama dengan pihak Kepolisian dan Bea dan Cukai, memperke-tat masuknya barang haram itu baik melalui bandar udara (bandara), pelabuhan, maupun daerah perbatasan.
Dari data yang dimiliki BNP Jatim, jumlah kasus tersangka pengedar maupun pengguna Narkoba peringkat pertama adalah Kota Surabaya. Untuk menekan masuknya Narkoba ke wilayah Surabaya, ataupun wilayah Jatim, maka harus meningkatkan teknologi yang canggih, yakni alat pendeteksi Narkoba. Dengan teknologi yang tinggi, menurutnya, hal itu bisa mengurangi pelaku penye-lundupan Narkoba melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya, serta pelabuhan kapal yang tersebar di Jatim. Karena selama ini penyelundup Narkoba yang datang dari berbagai warga negara asing, menyelundupkan narkoba melalui bandara dan pelabuhan.
Selain itu, lanjut Gus Ipul, Jatim merupakan surga bagi para pengedar dan pengguna Narkoba yang terbesar setelah Daerah Kota Istimewa (DKI) Jakarta, dan Jawa Barat. ‘’Apalagi Jatim juga sebagai sasaran utama bagi para penyelundup Narkoba. Karena pada beberapa Minggu terakhir ini petugas Bea dan Cukai Bandara Internasional Juanda Surabaya telah menggagalkan penyelundupan Narkoba, yang tersangkanya berasal dari Negara Malaysia,’’ ungkapnya.
Sedangkan untuk menekan jumlah kasus Narkoba di Jatim, maka Gubernur Jatim H Soekar-wo (Pakde Karwo) membuat MoU dengan Kepolisian Dae-rah (Polda) Jatim. Pemprov Jatim juga memberikan pema-haman pada para orang tua, dan generasi muda, melalui sosia-lisasi bahaya dalam penggu-naan Narkoba, yang dilakukan terus menerus. Pengguna Narkoba menurut data BNP dan Kepolisian yang terbanyak adalah remaja putra-putri dengan usia antara 15-25 tahun, yang prosentase mencapai seki-tar 75%. Dan bahkan, penggu-na Narkoba tidak hanya pada para remaja saja. ‘’Tapi, anak-anak pun juga ada yang sudah menjadi pengguna Narkoba di usia 10-14 tahun,’’ bebernya.
Gus Ipul menyebutkan, pada 2009 jumlah tersangka pengedar maupun pengguna dari data yang resmi sebanyak 3.458 orang, dan pada 2010 turun menjadi 3.321 orang ter-sangka. Meski, jumlah tersang-ka yang terkait kasus Narkoba di Jatim turun. Namun, hal itu belum menurunkan jumlah pengguna Narkoba, karena jumlah pengguna narkoba terus meningkat.
Sementara itu Bupati Ngan-juk dalam keterangannya menjelaskan bahwa masalah narkoba adalah masalah masya-rakat yang dapat mengancam keberhasilan bangsa dan merusak masyarakat. Generasi muda sebagai kader bangsa yang nantinya menjadi penerus pembangunan bangsa menjadi sasaran utama mempunyai peran penting dalam upaya pensuksesan penaggulangan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba karena para generasi mudalah yang menjadi sasaran utama dan obyek strategis.
“Salah satu upaya peme-rintah dalam menanggulangi bahaya narkoba adalah dengan mendidik dan mensosialisa-sikan bahaya narkoba dengan menitikberatkan pada generasi muda sehingga diharapkan memahami arti penting mereka dalam penggagalan proyek neraka itu demi keberhasilan dan kemajuan bangsa kedepan dan juga menyadari betapa nista dan ruginya bila sampai terjerat barang haram itu” jelas-nya.
Taufiq juga berharap de-ngan kegiatan semacam ini dapat membantu pemerintah dalam membentuk generasi muda yang sehat jasmani dan rokhani, berbudi luhur, beriman dan berakhlakur karimah serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. (Team)
