Kotabaru, (MR)
Mahasiswa minta tranparansi di kemana kan uang pengembangan pada masuk kuliah di Politeknik Kotabaru dan tidak ada pertanggung jawab yang jelas, Kamis (26/03).
Salah seorang mahasiswa biasa jurusan Listrik di Politeknik Kabupaten Kotabaru. Inisial (AF),” mengatakan tuntutan kami kepada Politeknik; 1.Terkait masalah menyulitkan atau mempersulit kami melanjutkan ke pendidikan jurusan tinggi di Kotabaru. 2. ada perbedaan biayaya terhadap mahasiswa akan perkuliahan di Politeknik Kotabaru; 3. ada pengancaman DO dan segala macam serta ucapan-ucapan yang terbilang kasar.
“Nah di situ kami melihat bukan seorang pendidik dari segi ucapan yang mereka lontar kan seperti halnya dari pihak Derektur dan BPH mengatakan bahwa kalian kuliah di sini harus siap bayar apa pun kebijakan di sini harus di ikuti.
Kata AF, “kita bisa mengikuti tapi harus ada tranperansi uang dulu kami kemana uang pengembangan kami masuk kuliah pertama di Politeknik Kotabaru, tapi saat ini belum adanya tranperansi dan mereka tidak mau menujukkan kemana arah dan tujuan uang kami yang lalu seakan hilang seperti gaib,” ungkapnya.
Di ungkap lagi oleh AF, kalau tidak ada tanggapan dari tuntutan kami terutama dari pihak Pemerintah dan pun pengawasan dari Pendidikan lainnya, maka kami akan melakukan Orasi serta mogok kuliah dan kami tidak akan melanjutkan perkuliahan ini, kami akan mengosongkan Kampus selama kebijakan-kebijakan itu tidak di hapus serta ada tranpirasi arah dan tujuan uang kami.
Kalau bisa Derektur sama BPH di ganti karena yang kami lihat dan kita amati selama 1 Tahun ini, itu bukan seorang pendidik karena kalau mereka melakukan kebijakan kemudian kami melakukan protes mereka semena-mena membentak-bentak kami dan mengancam seperti di DO, seperti mahasiswa yang aktif dan keritis tentang Kampus di panggil dan di ancam di DO,” pungkasnya.
Sementara Direktur Politeknik Kotabaru, Ibnu Kemis (26/03) kepada media mengatakan, tidak ada DO mahasiswa dan tentang biayanya semua berjalan total penunggak uang mahasiswa 500.000 juta kita tetap memberikan pelyanan, kemudian kalau praktek itu bertujuan untuk peningkatan kwalitas mahasiswa dan masih dalam proses praktek kita menginginkan berokolopet mahasiswa bisa menerima hal tersebut mengenai dana praktek dan aspek pembiayaan juga bertahap maksudnya orang tidak membayar tidak boleh ikut….!!! kata Ibnu tidak, kita ada tahapan-tahapan, kita juga mengatur mampunya sekarang, segini nanti belakangan dan sebagainya. Pada prinsipnya kalau kita melihat dari kegiatan mahasiswa berjalan lancar tidak ada hal yang menghambat dalam proses karena kan pelayanan,” pungkasnya. >>San
