Acara peringatan hari jadi Kabupaten Kotabaru Ke 63 Tahun 2013 Dinilai Hanya menghamburkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Kotabaru (mubazir.red),
Dengan Menampilkan konsep acara panggung terbuka di halaman siring laut mengundang Tamu dari Kabupaten tetangga dan Pejabat Propinsi Kalimantan Selatan ,selain itu seragam yang dikenakan berbeda-beda antara pejabat,staf biasa,dan masyarakat, tampak jelas perbedaan status (kasta.red),terkesan tidak ada persamaan dalam balutan kebersamaan kemeriahan Hari Jadi Kotabaru untuk menikmati pesta rakyat.
Sahidudin,S.Ag Anggota DPRD Kotabaru mengatakan, dalam penyelenggaraan acara, panitia tidak memiliki konsep acara untuk Desain Pesta Rakyat, hanya biasa-biasa saja dengan menampilkan panggung-panggung, Masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) wajib mendirikan stand dengan menyediakan berbagai macam makanan , nampak sebagian besar pejabat yang berpesta,
Karna Kabupaten Kotabaru terdiri dari berbagai macam suku,agama,ras , seharusnya, kata iid panggilan akrabnya,sebelum mendesain acara, panitia mengundang Tokoh Agama, Tokoh Adat, Budayawan, Dan Tokoh-tokoh lintas agama,
maksud saya, kata iid, semua elemen masyarakat dilibatkan langsung memeriahkan Pesta Hari Jadi, sebagai contoh, masyarakat dayak dengan tariannya,masyarakat bugis dengan perahu layarnya, masyarakat Bajo dengan titi talinya,masyarakat keturunan teonghowa dengan barongsainya,masyarakat Banjar dengan Mamandanya,masyarakat Jawa dengan Wayang/reok/kuda lumpingnya.
Sehingga dalam pesta memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Kotabaru terasa lebih bermakna dan memperkuat persatuan dan kesatuan, sehingga lebih bersinergi antara pemerintah dengan rakyat yang berdampak dengan timbulnya rasa pengertian masyarakat terhadap konsep-konsep yang akan ditawarkan Pemerintah Daerah,pungkasnya. >>Run/Wan

