Natuna (MR)
Turunnya nilai UN pada tahun 2012 lalu, membuat Pemerintah Kabupaten Natuna, Khususnya Disdik, merasa gerah. Betapa tidak, lima besar yang diharap, kini turun ke urutan terakhir. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Natuna, gencar melakukan terobosan, demi meningkatkan mutu dan kwalitas anak didik.
Sebelumnya, Jasman Harun Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Natuna, berharap, pringkat ke lima dikepri dapat diraih kembali. Berbagai upaya pun dilakukan, demi suksesnya target tersebut. Ternyata buah pahit itu berujung manis. Soalnya, pada kelulusan UN SMA, pekan lalu, Natuna mendapat kan predikat no 1, untuk tingkat SMA, se Kepri, dan urutan ke 3 tingkat SMK. Sementara untuk UN keseluruhan, Kabupaten Natuna, masuk urutan ke 2.Ini merupakan prestasi yang baik dan pantas di banggakan.
Jasman Harun saat dihubungi melalui Hpnya, mengatakan, Predikat terbaik pertama di tingkat SMA, patut dibanggakan. Namun demikian, kita harus tetap solid dan kompak agar prestasi ini dapat terus di pertahankan, bila perlu ditingkatkan. Terkait Target UN melebihi yang di harapkan, Ia bangga dan senang. Namun demikian, ini tidak terlepas dari kerjasama Disdik, guru , Sekolah. Orang tua dan wartawan. Dengan adanya sorotan dari wartawan, maka semua pihak yang berperan didalamnya, lebih giat lagi dalam melaksanakan tugas.
Kedepan, prestasi ini bisa lebih ditingkatkan lagi. Kalau dapat UN tahun depan , Natuna bisa no 1 se Kpri, katanya. Ia mengatakan, peningkatan prestasi ini, tidak terlepas dari guru-guru yang sudah bersusah payah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Dilain tempat, Bupati Natuna Ilyas Sabli, saat dihubungi pia SMS, mengatakan, Prestasi Disdik Natuna, bersama guru, patut kita banggakan. Disdik telah mengeluarkan kita dari keterpurukan UN tahun lalu.Oleh karena itu kita patut bangga. Sambil memberi kabar, Natuna rangking 1 untuk UN SMA, dan rangking 3 untuk SMK, serta rangkin 2 untuk UN keseluruhan di Kepri.Dengan demikian, Pemerintah tidak sia-sia memberikan anggaran besar , demi memperbaiki citra pendidikan.
Tempat terpisah, Kepala SMA 1 Ranai Hairullah, usai melihat hasil UN, di tingkat SMA, langsung memboyong seluruh guru, dan staf di lingkungan SMA 1, untuk melakukan syukuran kegembiraan, dengan makan bersama di rumah makan simpang tiga Sp 1. Menurut salah satu guru yang ikut ke sana, sekitar 60 orang, di boyong Hairullah, untuk melepas rasa gembira dan menghilangkan stress selama UN berlangsung.Dengan kedatangan mereka, pihak rumah makan keteteran memasak, dan mencari ayam kampong. Sebab, seluruh ayam yang ada habis diborong, bahkan masih kurang, katanya.
Kami bangga, dari sekian tahun, baru kali ini, Pak Hairullah terlihat sangat gembira sekali. Mudah -mudahan, dari dinas Pendidikan, maupun Pemerintah, lebih memperhatikan prekonomian para pengajar. Sebab, jika ekonomi matang, maka untuk memberikan pelajaran akan lebih pres lagi, pintanya >>Roy
