SOPIR angkutan Desa Kecamatan Pulau Laut Barat mengancam menggelar aksi unjuk rasa dengan sasaran wakil rakyat DPRD Kotabaru Propinsi Kalimantan Selatan, hal itu dilakukan apabila dalam waktu satu hingga dua bulan tidak ada peningkatan jalan dari batu ladung Desa semisir sampai Kecamatan Pulau Laut Barat.
HS Kamarudin mantan Anggota DPRD kotabaru Priode 1992/2004 mengungkapkan, terkait rencana para supir lontar menggelar aksi unjuk rasa ke DPRD, itu sangat wajar karena memang kondisi jalan tersebut sangat rusak parah, Biasanya mereka menempuh perjalanan dari Lontar Ke Kotabaru cuma dua setengah jam sampai tiga jam, akibat kerusakan jalan cukup parah itu, sekarang mereka menempuh perjalanan hingga lima jam dari Lontar-kotabaru. bebernya.
Kamaruddin menilai, 7 orang anggota DPRD perwakilan wilayah 4 (dapil), tidak sunguh-sungguh memperhatikan kepentingan masyarakat yang diwakilinya, Padahal, lanjut dia, sudah jelas dalan UU Pemerintahan Daerah, Dikatakan bahwa Bupati Bersama DPRD menyusun dan menetapkan anggran (APBD). Jadi apapun perencanaan yang sudah di tetapkan dalan anggaran, itu lah yang dilaksanakan oleh PEMDA (Bupati.red), Sedangkan anggapan masyarakat yang belum memahami UU maupun Peraturan Daerah, selalu menyalahkan PEMDA.
Dijelaskan Kamarudin, waktu periode saya, setatus jalan itu adalah jalan propinsi Kalimantan Selatan, dan pada waktu saya mengakhiri masa jabatan DPRD Tahun 2004, propinsi berencana menyerahkan jalan tersebut menjadi kewenangan Kabupaten, pada waktu itu kami mendesak agar jalan tersebut diperbaiki dulu (mulus.red), baru diserahkan ke kabupaten, Tapi setelah kami lengser kenyataannya jalan tersebut menjadi kewenangan Kabupaten Kotabaru, jelasnya.
Selain itu, ditambahkan Kamaruddin, jalan Dari Tanjung Seloka ke Desa Labuan Mas kondisinya tidak bisa dilewati Kendaraan Roda 4 (empat), karena tertutup rumput liar yang tumbuh di kiri kanan jalan menutupi badan jalan, ditambah lagi ada 5 buah jembatan rusak parah, sehingga tidak bisa dilewati kendaraan roda 4 (empat), terkesan tidak ada pemeliharaan jalan, ungkapnya.
Jamal supir lontar mengatakan, akibat kerusakan jalan Kecamatan Pulau Laut Barat, setiap hari ada saja sperpart (kampas rem,bearing,radiator) rusak,ini merugikan,tapi kami tidak menaikan tarif angkutan, untuk itu kami meminta kepada wakil rakyat agar memperjuangkan keinginan kami, Kalau tidak bisa di aspal, paling tidak dimuluskan (diratakan.red) jalannya menggunakan alat berat, harapnya.
Salah seorang guru SD Sei. Pasir yang enggan dikorankan namanya mengungkapkan, akibat angkutan umum lontar terlambat melintas dijalan Didesa, murid-murid yang biasa menumpang, terlambat tiba disekolah. >> Wan

