IPNU Cianjur Gelar MAKESTA

Cianjur,(MR)

DERADIKALISASI pelajar yang mengambil sikap tengah (objektif) dengan mengindahkan norma agama dan susila harus difahami betul bagi pelajar cianjur sebagai pemuda harapan bangsa, demikian wakil bupati Cianjur dr. H.Suranto, MM., dalam sambutannya dalam membuka kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) di Gedung Dakwah Cianjur. Dengan dihadiri oleh para pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) – Ikatan Pelajar Perempuan Nahdlatul Ulama (IPPNU) Cianjur, sekretaris IPNU Jabar Iman serta tokoh pemuda Islam.

Lebih lanjut wakil bupati Cianjur dr.H.Suranto,MM. mengatakan, seyogyanya dapat memberikan citra yang positif, ketika ada permasalahan yang dihadapi antara pelajar dapat dicarikan solusi secara arif dan bijaksana dengan menjunjung tinggi nilai rasa persahabatan antar pelajar serta tidak melakukan tindakan hal-hal yang negatif seperti halnya tawuran atau tindakan negatif lainnya yang dapat memberikan dampak tidak baik untuk dirinya sendiri.

Wakil Bupati sangat menyambut positif atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan berpesan kepada pelajar, serta para tokoh pemuda IPNU, bahwasanya IPNU – IPPNU Cianjur, dengan mengetangahkan prinsip deradikalisasi pelajar melalui pendidikan harus pula bersentuhan dengan upaya seksama untuk melahirkan watak dan figur pelajar sangat peduli akan situasi dan kondisi cianjur khususnya problematika pelajar yang hanya selalu mengutamakan otot atau kekerasan daripada mengandalkan fikiran yang sehat dalam menyelesaikan masalah sebagai penengah yang baik, dan diterapkan baik itu dilingkungan sekolah juga lebih dewasa dalam pola berfikir untuk berubah menjadi lebih baik demi masa depan, harapnya.

Kegiatan yang diselengarakan Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Cianjur, panitia Ketua PC IPNU Cianjur H. Ujang Sahid, mengemukakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan IPNU Cianjur dengan mengetengahkan tema “ menangkal deradikalisasi pelajar menuju umathan wasathan ,” ini mengundang para pelajar sekolah menengah umum, kejuruan, madrasah alawiyah se-Kabupaten Cianjur dengan bertujuan agar tali silaturahmi antar pelajar cianjur selalu terjalin tanpa ada permasalahan yang selama ini diluar cianjur sangat tidak patut ditiru di era globalisasi yang condong arus negatif disegala bidang dari arus barat/asing dengan halus pola penestrasi yang dapat mengikis ukhuwah Islamiyah para pelajar.

Kegiatan yang di ikuti oleh kurang lebih 200 peserta dari para pelajar sekolah menengah umum, kejuruan serta madrasah alawiyah sekabupaten cianjur tersebut, lanjut panitia, diselenggarakan selama dua dimulai saat wakil bupati cianjur meresmikan ini tanggal 19 sampai dengan 20 Januari 2013 ditempat yang sama, pungkasnya. Ani Siti Amalia (16), pelajar kelas 1 dari MA Al-Ma’arif, merespon positif, menurutnya, dengan kegiatan ini, kita (pelajar) dapat memahami arti kata sesungguhnya deradikalisasi pelajar, bahwa pelajar yang baik senantiasa selalu memberikan sikap dan kedisiplinan yang baik dalam lingkungan sekolah atau dikeluarga karena saat ini sangat rentan akan turunnya mentalitas pelajar dalam mengarungi masa belajar guna masa depan yang cerah, ujarnya. >>Jainal-Arief-Iva-Nurul

Related posts