Gerakkan Program SIKAP, Kepala SMKN 1 Ngasem Kediri Sukses Cetak Generasi Muda Peduli Pangan

Kediri, MR – SMKN 1 Ngasem Kediri yang dinahkodai Mohamad Alfin Hilmi, S.Pd., M.M., M.Pd.. sukses menggerakkan seluruh siswanya untuk terjun langsung ke dalam Program Study Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP), sebuah inisiatif strategis yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Timur. Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Alvin, lembaga pendidikan vokasi ini berhasil mengubah lahan sekolah menjadi area pertanian produktif yang dikelola sepenuhnya oleh para murid. Selasa,06/10/26).

Program SIKAP ini dirancang untuk menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap kedaulatan pangan sekaligus mengasah keterampilan agribisnis mereka sejak dini. Dalam pelaksanaannya, anak-anak menanam berbagai jenis komoditas sayuran yang cepat panen dan bernilai guna tinggi, seperti tomat, blonceng (labu air), terong, cabai, dan aneka sayuran hijau lainnya.

Hal yang membedakan program ini dengan kegiatan praktik biasa adalah tingkat tanggung jawab yang diberikan kepada siswa. Setiap hari, secara bergantian dan terjadwal, anak-anak merawat tanaman tersebut dengan tangan mereka sendiri.
Aktivitas harian mereka meliputi, Penyiraman rutin pada pagi dan sore hari, Pembersihan gulma atau rumput liar yang mengganggu pertumbuhan tanaman.

Pemberian pupuk organik secara berkala untuk menjaga nutrisi tanah, Pemantauan hama guna memastikan tanaman tumbuh dengan sehat hingga masa panen tiba.
Melalui rutinitas ini, para siswa tidak hanya belajar teori pertanian, tetapi juga ditempa untuk memiliki karakter disiplin, kerja keras, dan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap apa yang mereka tanam.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban akademis dan penguatan literasi, seluruh rangkaian kegiatan ini didokumentasikan secara ketat. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja. Setiap kelompok diwajibkan untuk menyusun laporan perkembangan proyek secara berkala.

Laporan komprehensif tersebut mencakup seluruh fase budidaya, mulai dari: Proses Awal: Pemilihan benih, pengolahan tanah, dan teknik penanaman perdana. Catatan harian mengenai tinggi tanaman, kendala hama yang dihadapi, serta solusi penanganannya. Hasil akhir berat tonase sayuran yang dipetik serta evaluasi keberhasilan proyek.

Kepala SMKN 1 Ngasem tentunya menyampaikan rasa bangganya atas dedikasi para siswa. Menurutnya, program SIKAP ini bukan sekadar kegiatan menanam, melainkan laboratorium konseptual di mana siswa belajar manajemen proyek, kerja sama tim, dan kewirausahaan. Hasil panen dari program ini nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan internal sekolah serta dipasarkan ke masyarakat sekitar sebagai produk unggulan karya siswa. (Ag)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.