Suara sirene itupun memekakkan telinga,Dengan berseragam loreng, para TNI memikul senjata dengan posisi tegap.Di atas panggung, berdiri satu sosok berpakaian serba putih.Dikiri dan kanan depan lapangan, dipadati pegawai dan anak sekolah.terik mataharipun menyengat badan. Meski bulan Puasa, tidak dihiraukan, ternyata hari itu adalah hari paling bersejarah bagi Rakyat Indonesia
Lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengiringi kenaikan bendera merah putih dinyanyikan oleh kelompok paduan suara. Suara keras dari komandan upacara, mengheningkan suasana.Sejumlah SKPD Pemerintah Kabupaten Natuna, bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat hadir dalam acara itu.Akibat terik matahari yang sangat panas, ditambah dengan kondisi tempat upacara berada di tepi laut, sejumlah siswa hadir dalam upacara peringatan HUT RI ke 66 pingsan.
Tidak ketinggalan Ketua DPRD Natuna Hadi Candra, membacakan teks proklamsi. Upacara kenaikan bendera sukses di gelar. Tidak seperti tahun sebelumya, biasanya usai peringatan HUT RI, berbagai atraksi digelar, namun kali tidak ada. Karena bertepatan bulan puasa.Acara perlombaan seni kerakyatan akan digelar bersamaan dengan ulang Tahun Kabupaten Natuna September mendatang.
Bupati Natuna Ilyas Sabli. Ketika dikompirmasi wartawan usai melaksanakan detik-detik HUT – RI yang ke 66, Ia mengatakan acara ini digelar setiap tahun, gunanya untuk membangkitkan semangat patriot bagi diri kita masing-masing sekaligus mengenang betapa besarnya jasa para pahlawan kita terdahulu, sehingga Rakyat Jndonesia dapat menikmati kemerdekaan itu. (Roy)

