Menghindar Sulit Ditemui, Diduga Kepala SMAN 1 Kandat Kediri Terlibat Lakukan Pungutan Bulanan dan Pungutan Biaya Test IQ Siswa

Kediri, MR – Menindaklanjuti soal adanya pungutan setiap bulan dan pungutan biaya test IQ yang dilakukan oleh pihak Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kandat  Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Kini kian terbuka lebar, setelah beberapa orang tua mengungkapkan, bahwa pungutan uang kepada anak-anaknya suatu kebijakan yang mengecewakan. Pungutan tersebut tanpa rekomendasi dari Disdik Provinsi Jawa Timur, jadi kegiatan itu murni kebijakan sekolah. Apakah ada kegiatan sekolah disuport/ ditopang dari biaya para orang tua siswa, maka perlu dipertanyakan? Senin (06/01/2025).

Soal mekanisme penarikan pungutannya itu tidak jelas karena Kepala Sekolah sulit ditemui, apakah berdasarkan hasil musyawarah atau tidak, pasalnya terjadi kesepakatan dengan ditentukan nominal oleh pihak Sekolah/ Komite(katagori pungutan).  Perinciannya ; Untuk kelas 10 Rp 150.000, kelas 11 Rp 125.000, kelas 12 Rp 100.000. Ini dibenarkan para Ortu siswa.

Nah, jadi kesimpulannya pungutan tersebut,” Di angsur setiap bulan yang penting dalam jangka satu tahun lunas. Iya betul anak saya setiap bulan harus bayar sesuai itu, bahkan saat test IQ juga di kenai biaya Rp.350.000.,”kata orang tua yang tidak mau disebut namanya yang berdomisili di sekitaran Sekolah.

Sayangnya, Eka Priyatna Kepala SMAN 1 Kandat hingga berita ini diturunkan sangat susah ditemui ,Tim sudah beberapa kali ke Lembaganya, bahkan di Washap maupun di Call tidak respon sama sekali, bahkan dari pihak Cabdinpun juga sudah berusaha menghubunginya untuk bisa welcome memberikan klarifikasi, nyatanya juga diabaikan.

Sebetulnya Tim Media berusaha konfirmasi, berapa besaran jumlah nominal uang dari hasil pungutan dari para siswa? sekalian SPJnya? seputar kemana aliran dana tersebut apakah masuk ke rekening komite sekolah?, atau mungkin tidak dibukukan?, mungkin dana pungutan langsung digunakan untuk kegiatan?. Apakah nanti exstra juga di danai dari dana Komite dan dana BOS? Apakah test IQ di danai BOS,dan penarikan ke siswa? Diketahui, pungutan terhadap orang tua siswa-siswi SMAN 1 Kandat yang dilakukan komite/ sekolah saat ini sudah berjalan hampir satu tahun.

Sementara itu ditempat terpisah, Cabang Dinas atau wakilnya Kasi SMA tidak memberikan statemen bahwa SMA Negeri dilarang melakukan pungutan kepada siswa maupun wali murid, sebab seluruh Sekolah negeri, telah diberikan anggaran rutin dari BOS. Selasa (07/01/2025) .

SMAN 1 Kandat melakukan pungutan dana kepada siswa- siswi secara masif yang seolah-olah melalui komite.

Tak tanggung-tanggung, nominal yang dicantumkan sangatlah besar untuk setiap siswa-nya atau melebihi nilai bantuan yang diberikan oleh pemerintah melakukan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Perlu diingat, iuran komite harus bersifat sukarela tidak boleh menentukan besaran tertulis dan transparan bukan pungutan. Penggunaan dana hasil iuran juga harus dilaporkan secara terbuka kepada seluruh anggota komite dan orang tua siswa. Nominal uang mesti dibayarkan setiap jenjang dibuat berbeda. Hal itu diketahui berdasarkan ortu yang bersangkutan  Adapun keseluruhan jumlah peserta didik SMAN 1 Kandat sebanyak ribuan siswa. Kebijakan ini tetap membebani para Ortu. Untuk ini dimohon pihak APH bisa mengoreksi menyeluruh SMAN 1 Kandat. (Bersambung) (Ag)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.